Pabrik Gula Baru Jember Terkendala Pasokan Tebu

oleh -28 Dilihat
oleh
Pabrik Gula Baru Jember Terkendala Pasokan Tebu
General Manager Pabrik Gula Glenmore Agus Priambodo, dalam acara konsolidasi petani di Rumah Makan Mangli Indah, Kabupaten Jember, Jawa Timur
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Rencana pembangunan pabrik gula baru di Kabupaten Jember mulai mencuat, namun menyisakan persoalan mendasar terkait kesiapan pasokan bahan baku tebu yang dinilai belum terjamin.

Peringatan tersebut disampaikan General Manager Pabrik Gula Glenmore, Agus Priambodo, dalam konsolidasi petani di Rumah Makan Mangli Indah, Sabtu (25/4/2026). Ia menegaskan target ambisius pemerintah dalam meningkatkan produksi gula nasional berpotensi gagal apabila hanya mengandalkan kapasitas pabrik yang ada saat ini.

Agus mengungkapkan, Kementerian Pertanian telah menugaskan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk membangun enam hingga delapan pabrik gula baru di sejumlah wilayah. Dua di antaranya bahkan telah ditetapkan di Lampung dan Makassar, sementara daerah lain, termasuk Jember, diminta segera mengajukan kesiapan.

Namun, ia menyoroti lemahnya perencanaan berbasis ketersediaan lahan tebu. Sejumlah kasus di luar Jawa menjadi catatan serius, di mana pabrik gula berdiri megah tetapi kekurangan pasokan tebu hingga tidak beroperasi optimal.

“Jangan sampai pabrik hanya berdiri tanpa bahan baku yang cukup. Ini sudah terjadi di beberapa daerah seperti Sumbawa dan Sulawesi,” ujarnya.

Secara ekonomi, keberadaan pabrik gula baru dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus mendukung program swasembada gula nasional. Namun Agus menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik pabrik, melainkan juga produktivitas kebun tebu dan tingkat rendemen.

Ia mengkritisi pola pikir yang hanya berfokus pada harga jual gula. Menurutnya, peningkatan pendapatan petani justru bergantung pada efisiensi produksi dan kualitas tebu yang mampu menghasilkan rendemen tinggi.

Data menunjukkan, rendemen tebu di Indonesia masih berkisar 6–7,5 persen, jauh tertinggal dibanding negara pesaing seperti Thailand, India, Filipina, dan China yang telah mencapai 12–14 persen.

Agus juga menyinggung persoalan mendasar lain, yakni lamanya waktu pembangunan kebun tebu yang bisa mencapai lima tahun, berbanding terbalik dengan pembangunan pabrik yang hanya membutuhkan sekitar dua tahun. Ketimpangan ini dinilai menjadi celah kegagalan proyek industri gula.

Selain itu, tantangan geografis turut menjadi sorotan. Lahan di Pulau Jawa dinilai semakin terbatas meski memiliki tingkat kesesuaian tinggi untuk tebu. Sebaliknya, lahan luas di luar Jawa justru banyak yang tidak ideal, seperti lahan gambut di Kalimantan yang menghasilkan rendemen sangat rendah hingga hanya tiga persen.

Program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang digagas pemerintah juga belum berjalan optimal. Agus mengungkapkan rendahnya minat petani meski telah ditawarkan berbagai insentif seperti bibit dan biaya tanam gratis.

“Program ini seharusnya menjadi kunci, tapi implementasinya masih lemah. Ini pekerjaan rumah bersama,” katanya.

Di sisi lain, dorongan pembangunan pabrik gula di Jember juga datang dari kalangan petani. Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat PG Glenmore, Siswono, mengungkapkan selama ini petani Jember justru memasok tebu ke luar daerah, termasuk ke Banyuwangi.

Kondisi ini dinilai ironis mengingat Jember memiliki sejarah panjang industri gula, termasuk keberadaan PG Semboro peninggalan era kolonial. Sementara itu, PG Glenmore sebagai pabrik modern baru beroperasi sejak 2016.

Pengembangan industri gula juga mulai merambah sektor energi melalui pembangunan pabrik bioetanol di kawasan Glenmore. Namun dinamika hubungan antara industri dan petani, khususnya terkait harga tetes tebu, masih menjadi isu yang belum terselesaikan.

Situasi ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan pabrik gula baru di Jember bukan sekadar persoalan investasi, melainkan membutuhkan audit menyeluruh terhadap kesiapan lahan, produktivitas, hingga keberpihakan kebijakan kepada petani agar tidak berujung pada proyek gagal fungsi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.