Pembinaan IKM Mojokerto Disorot, Dampak Dipertanyakan

oleh -27 Dilihat
oleh
Pembinaan IKM Mojokerto Disorot, Dampak Dipertanyakan
Wabup Mojokerto, Moch Rizal Octavian saat membuka kegiatan pembinaan industri bagi IKN di Aula Kejari Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto kembali menggelar program pembinaan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Namun, efektivitas program ini mulai menjadi sorotan, terutama terkait sejauh mana dampaknya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian pelaku usaha di lapangan.

Wakil Bupati Mojokerto, Moch Rizal Octavian, dalam pembukaan kegiatan menegaskan bahwa IKM masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun pemerataan pendapatan. Pernyataan tersebut dinilai normatif, sementara pelaku usaha masih menghadapi kendala klasik seperti akses pasar, permodalan, hingga adaptasi digital.

“IKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar, seraya mendorong peserta untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pembinaan yang diberikan.

Meski demikian, sejumlah pihak mempertanyakan konsistensi implementasi program pembinaan yang selama ini digelar secara berulang. Fokus pada legalitas usaha, inovasi produk, dan digitalisasi disebut penting, namun tanpa pendampingan berkelanjutan, hasilnya dinilai belum optimal dalam mendorong transformasi usaha kecil menjadi lebih kompetitif.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk menjawab tantangan pasar modern. Namun di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak pelaku IKM yang belum sepenuhnya mampu mengakses maupun memanfaatkan platform digital secara efektif.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur kejaksaan, perwakilan Kementerian Hukum dan HAM, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia daerah. Kehadiran lintas sektor tersebut dinilai penting, namun publik menanti hasil konkret berupa peningkatan omzet, akses pasar, dan daya saing produk IKM lokal.

Di akhir kegiatan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Meski demikian, tantangan utama tetap berada pada pengawasan dan evaluasi program agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi pelaku IKM di Kabupaten Mojokerto.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.