Jasad Lansia Mengapung, Polisi Selidiki Penyebab

oleh -19 Dilihat
oleh
Jasad Lansia Mengapung, Polisi Selidiki Penyebab
foto anggota Satpolairud Polres Gresik mengevakuasi jenazah lansia yang mengapung di laut
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Penemuan jasad pria lanjut usia yang mengapung di bawah konstruksi dermaga menggegerkan perairan Gresik, memicu respons cepat aparat kepolisian sekaligus membuka dugaan awal terkait penyebab kematian yang masih misterius.

Jasad pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan dermaga Petro, Sayid Muhamad, yang mencurigai adanya benda mengapung di laut. Setelah didekati, benda tersebut dipastikan sebagai tubuh manusia, dan laporan segera diteruskan ke Satpolairud Polres Gresik.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan dari Satpolairud Polres Gresik bersama Bantuan Kendali Operasi Ditpolairud Polda Jawa Timur langsung dikerahkan. Operasi evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah kapal patroli, termasuk KP X-1017, KP X-2005, KP X-1012, dan KP X-1038.

Proses evakuasi berlangsung menantang akibat posisi jasad yang berada di bawah struktur dermaga. Namun, petugas akhirnya berhasil mengangkat korban dan membawanya ke darat untuk pemeriksaan awal.

Identifikasi sementara mengungkap korban berinisial L (78), warga Desa Doyo Mulyo, Kecamatan Kembang Bahu, Kabupaten Lamongan. Dari saku pakaian korban ditemukan kartu identitas. Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik lengan panjang berwarna cokelat dan celana panjang krem, dengan kondisi kepala gundul.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani visum guna mengungkap penyebab pasti kematian. Hingga kini, belum ada kepastian apakah korban meninggal akibat kecelakaan, kelalaian, atau faktor lain yang mengarah pada unsur pidana.

Kasatpolairud Polres Gresik, I Nyoman Ardita, menegaskan bahwa langkah cepat evakuasi merupakan bagian dari prosedur penanganan darurat di wilayah perairan sekaligus memastikan proses identifikasi berjalan maksimal.

“Korban telah berhasil dievakuasi dan saat ini berada di RSUD Ibnu Sina untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya, Rabu (01/04/2026).

Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum sembari menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya saksi atau aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan mengapung di laut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.