Jatim Bidik Investasi Rp147,7 Triliun Meski Geopolitik Panas

oleh -51 Dilihat
oleh
Jatim Bidik Investasi Rp147,7 Triliun Meski Geopolitik Panas
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu Ermawati (kanan)
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap memasang target ambisius investasi sebesar Rp147,7 triliun pada 2026, di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang berpotensi menekan kepercayaan investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, menegaskan target tersebut minimal harus menyamai atau melampaui capaian tahun sebelumnya, meski situasi global dinilai belum sepenuhnya stabil.

“Targetnya di tahun 2026 ini Rp147,7 triliun. Paling tidak harus sama atau melampaui capaian sebelumnya,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia mengakui, konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi psikologis investor, khususnya pada investasi berskala besar. Namun hingga kini, dampak langsung terhadap realisasi investasi di Jawa Timur disebut belum signifikan.

Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh keberlanjutan proyek investasi yang sudah masuk sejak 2025, sehingga aktivitas penanaman modal masih tetap berjalan.

“Sebagian besar investasi saat ini merupakan lanjutan dari komitmen tahun sebelumnya. Jadi masih ada yang berjalan dan bahkan bertambah,” jelasnya.

Meski begitu, fenomena wait and see dari investor besar mulai terlihat seiring meningkatnya ketidakpastian global. Untuk mengantisipasi perlambatan, Pemprov Jatim mengalihkan fokus pada penguatan investasi skala kecil dan menengah.

“Yang kecil-kecil kita jaga kepercayaan mereka. Kita layani dengan baik dan selesaikan kendala yang ada,” katanya.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan iklim investasi sebagai strategi mempertahankan investor lama sekaligus menarik minat investor baru.

Sektor industri makanan, kimia, aluminium, smelter, serta logam lainnya masih menjadi tulang punggung investasi di Jawa Timur. Sementara wilayah Ring 1 seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto tetap menjadi magnet utama penanaman modal.

Dengan kombinasi proyek lama dan dorongan investasi baru, Pemprov Jatim berupaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global yang berpotensi mengganggu arus modal masuk.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.