Anak Sekolah Ponorogo Seberangi Sungai Tanpa Jembatan

oleh -194 Dilihat
Anak Sekolah Ponorogo Seberangi Sungai Tanpa Jembatan
Dua anak harus digendong orang dewasa untuk melewati sungai usai pulang sekolah.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Enam kepala keluarga (KK) di RT 01 RW 01 Dusun Karangsengon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, masih harus menyeberangi sungai tanpa jembatan untuk beraktivitas, termasuk mengantar anak sekolah, pada 2026.

Akses menuju jalan utama hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menerobos aliran sungai. Tidak ada jembatan permanen yang menghubungkan permukiman warga dengan wilayah seberang. Saat arus deras, anak-anak terpaksa digendong orang tua.

“Setiap hari kalau berangkat dan pulang sekolah, anak-anak harus digendong untuk menyeberangi sungai,” ujar Soiman, warga setempat, Kamis (12/2/2026).

Tercatat lima anak harus menyeberang sungai demi sekolah, terdiri dari dua anak TK, dua anak SD, dan satu siswa SMK. Sepeda motor milik orang tua dititipkan di rumah warga di seberang sungai.

Menurut warga, terdapat jalur alternatif berupa jalan setapak, namun harus memutar sejauh sekitar tiga kilometer sehingga dinilai tidak efektif, terutama bagi anak sekolah dan warga yang bekerja pagi hari.

Warga mengungkapkan, pada 2006 sempat dibangun jembatan bambu sebagai akses penghubung. Namun jembatan tersebut rusak diterjang banjir dan tidak pernah dibangun kembali.

Saat musim kemarau, sungai masih bisa dilintasi dengan hati-hati. Namun ketika musim hujan dan debit air meningkat, anak-anak kerap tidak masuk sekolah karena arus terlalu deras.

“Kalau banjir ya tidak masuk sekolah. Tidak bisa lewat karena arusnya deras. Musim hujan ini sudah dua kali tidak masuk,” kata Katijem, warga lainnya.

Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut terdapat empat rumah di seberang sungai yang terdampak langsung dan hingga kini belum ada jembatan permanen karena keterbatasan anggaran desa.

“Kalau desa mau membuatkan jembatan, anggarannya tidak cukup,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan agar akses pendidikan dan aktivitas ekonomi tidak lagi terhambat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.