Polres Mojokerto Kota Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana

oleh -13 Dilihat
oleh
Polres Mojokerto Kota Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana
Polres Mojokerto Kota Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Polres Mojokerto Kota memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi pada musim penghujan 2026 dengan melibatkan personel gabungan lintas instansi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di Lapangan Patih Gajah Mada Polres Mojokerto Kota, Rabu (4/11/2026).

Apel dipimpin Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar, didampingi Wakapolres Kompol Jalaludin. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, jajaran pejabat utama, serta para kapolsek.

Keterlibatan lintas instansi menjadi salah satu fokus dalam penguatan penanggulangan bencana. Sejumlah unsur yang dilibatkan meliputi TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup, PLN, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar menegaskan, apel kesiapsiagaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Menurutnya, kesiapan penanggulangan harus mencakup kekuatan personel, ketersediaan sarana dan prasarana, peralatan pendukung, hingga mekanisme koordinasi antarlembaga.

“Kita harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk melakukan upaya penanggulangan dan meminimalisir dampak yang diakibatkan bencana alam. Diperlukan sinergi, kesiapan, serta koordinasi yang baik dari seluruh unsur terkait,” tegas Dody.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap personel dan instansi yang terlibat harus memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing. Kecepatan mengambil tindakan, ketepatan penanganan, dan komunikasi antarlembaga menjadi faktor penting ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Ujian Kesiapsiagaan Ada pada Pelaksanaan di Lapangan

Di tengah meningkatnya kewaspadaan menghadapi musim penghujan, koordinasi lintas instansi menjadi kebutuhan mendasar. Namun, kesiapsiagaan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui apel dan pengerahan personel.

Ketersediaan peralatan yang benar-benar siap digunakan, kejelasan pembagian tugas, sistem peringatan dini, serta kecepatan proses evakuasi menjadi aspek penting yang menentukan efektivitas penanganan bencana.

Karena itu, sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, dan unsur relawan perlu diwujudkan melalui langkah operasional yang terukur dan berkelanjutan.

Polres Mojokerto Kota berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat soliditas seluruh pemangku kepentingan sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan efektif.

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Upaya pencegahan dan mitigasi sejak dini diharapkan mampu menekan risiko korban jiwa, kerugian material, serta dampak sosial akibat bencana hidrometeorologi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.