Kapolresta Sumenep Kembalikan Motor Korban Curanmor Tanpa Dipungut Biaya, Warga Sampaikan Apresiasi

oleh -34 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20261025-WA0007

​SUMENEP, Garudasatunews.id — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep menunjukkan komitmen pelayanan presisi kepada masyarakat. Kapolresta Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, secara langsung menyerahkan satu unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kepada pemilik sahnya, Misnawi (55), warga Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding.

​Penyerahan kendaraan berjenis Honda Astrea Grand tersebut dilaksanakan usai konferensi pers hasil Operasi Sikat Semeru 2026 di Mapolresta Sumenep pada Jumat (23/10/2026). Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Ariek menegaskan bahwa seluruh proses pengembalian barang bukti ini tidak dipungut biaya sepeser pun.

​“Nanti akan kami serahkan kepada pemilik dengan gratis,” ujarnya.

​Ia menekankan bahwa pengembalian barang bukti kepada korban merupakan wujud nyata pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan kasus demi mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.

​“Semoga kita bisa bekerja dengan cepat dan tepat berdasarkan asas keadilan,” tambahnya.

​Hasil Operasi Sikat Semeru 2026

​Pengembalian kendaraan ini merupakan bagian dari rangkaian keberhasilan Polresta Sumenep selama pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung pada 10–21 Oktober 2026.

Dalam operasi penegakan hukum tersebut, jajaran kepolisian berhasil mengungkap total sembilan kasus kejahatan, yang meliputi:
– ​4 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor)
– ​4 kasus pencurian dengan pemberatan (curat)
– ​1 kasus pencurian dengan kekerasan (curas)
​Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan total 10 orang tersangka serta menyita 4 unit sepeda motor sebagai barang bukti.

​Ungkapan Syukur Korban

​Sementara itu, Misnawi tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Polresta Sumenep yang telah bekerja keras mengungkap kasus pencurian yang menimpanya hingga sepeda motor miliknya dapat kembali.

​Misnawi menceritakan, insiden pencurian tersebut bermula ketika ia memarkir kendaraannya untuk menunaikan salat di masjid seusai pulang bekerja dari proyek pembangunan perumahan di Desa Pabian. Ia mengaku sepeda motor tersebut biasanya ditinggal tanpa menggunakan kunci ganda.

​Berkaca dari pengalaman pahit ini, Misnawi berujar bahwa dirinya kini akan lebih berhati-hati dan waspada dalam memarkir kendaraan.
​“Motor ini biasa ditinggal tanpa dikunci ganda pada saat bekerja. Ke depan saya akan semakin waspada,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.