Karhutla Arjuno-Welirang, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

oleh -21 Dilihat
oleh
Karhutla Arjuno-Welirang, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Kebakaran hutan atau karhutla di Gunung Arjuno–Welirang, Jawa Timur.
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, memicu penutupan seluruh jalur pendakian demi keselamatan pengunjung dan mendukung proses pemadaman. Kebakaran yang terdeteksi pada 18 Agustus 2026 itu terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, dengan sejumlah titik api dilaporkan berada di wilayah yang sulit dijangkau.

Seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut diumumkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Raden Soerjo melalui Surat Pengumuman Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyatakan penutupan dilakukan untuk mengutamakan keselamatan pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas menangani kebakaran.

Berdasarkan laporan penanganan saat kejadian, titik api terdeteksi di kawasan sekitar Pondokan dan wilayah Lembah Kidang, termasuk area yang masuk Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Informasi dari Dinas Kehutanan Jawa Timur juga menyebutkan adanya titik kebakaran di sejumlah area pemantauan kawasan Tahura.

Medan Sulit, Petugas Dikerahkan

Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. Tim gabungan dari pengelola Tahura, Dinas Kehutanan, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta unsur masyarakat dikerahkan untuk memantau dan menangani titik api.

Dalam laporan awal, petugas melakukan penyisiran dan pemadaman secara langsung di lapangan. Opsi pemadaman melalui udara atau water bombing juga disiapkan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.

Sementara itu, pendaki yang telah berada di kawasan gunung diminta turun untuk menghindari risiko terjebak kebakaran. Calon pendaki yang hendak memulai perjalanan tidak diperkenankan naik selama penutupan berlangsung.

Jadwal Pendakian Menunggu Kondisi Aman

Penutupan tersebut berdampak pada calon pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket. Pengelola menyiapkan mekanisme penjadwalan ulang atau reschedule setelah jalur pendakian dinyatakan aman dan kembali dibuka.

Calon pendaki diminta mengikuti informasi resmi UPT Tahura Raden Soerjo serta tidak memaksakan perjalanan selama status penutupan masih berlaku.

Dari sisi keselamatan, kebijakan ini menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terhadap pengunjung dan petugas. Dari sisi lingkungan, penanganan karhutla juga penting untuk mencegah perluasan kerusakan vegetasi serta mendukung pemulihan ekosistem kawasan hutan.

Hingga laporan awal tersebut disampaikan, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena proses pendataan dan penanganan masih berlangsung. Karena itu, perkembangan titik api dan kondisi jalur pendakian tetap memerlukan pemantauan serta pembaruan informasi dari pihak berwenang.

Catatan perkembangan: Informasi penutupan di atas merujuk pada laporan kejadian Agustus 2026. UPT Tahura Raden Soerjo kemudian mengumumkan bahwa jalur pendakian Arjuno-Welirang kembali dibuka mulai 26 September 2026 setelah pemantauan pascakebakaran. Dengan demikian, status penutupan tersebut tidak lagi berlaku berdasarkan pengumuman pembukaan kembali itu.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.