PONOROGO, Garudasatunews.id – Seorang anak laki-laki ditemukan meninggal dunia di dasar saluran irigasi persawahan di Dukuh Wilangan, Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (11/10/2026). Jasad korban ditemukan secara tidak sengaja oleh warga yang sedang menjaring ikan sekitar pukul 11.00 WIB.
Penemuan tersebut bermula ketika Tumiran (60), warga yang sedang mencari ikan, merasakan sesuatu yang diduga kepala manusia saat kakinya menyentuh dasar saluran air. Terkejut dengan temuan itu, ia berteriak meminta pertolongan sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Bersama warga lainnya, Tumiran kemudian melakukan pengecekan dan memastikan benda tersebut merupakan jasad seorang anak. Korban selanjutnya dievakuasi ke tepi sungai sebelum kejadian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Sambit AKP Moh. Isa Latip membenarkan adanya penemuan jasad anak tersebut. Petugas Polsek Sambit bersama Unit Reskrim, tim Inafis Polres Ponorogo, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Sambit mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban Pergi dari Rumah Sejak Subuh
Berdasarkan keterangan keluarga kepada polisi, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WIB atau setelah waktu subuh. Saat itu, korban pergi menggunakan sepeda tanpa berpamitan kepada orang tuanya.
Hingga jasadnya ditemukan, belum diketahui secara pasti bagaimana korban bisa berada di saluran irigasi tersebut. Rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan menjadi bagian dari informasi yang dihimpun petugas dalam pemeriksaan awal.
Saluran irigasi tempat korban ditemukan merupakan aliran air untuk mengairi persawahan warga. Lokasi tersebut memiliki lebar sekitar tiga meter dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter.
Kondisi saluran air tersebut menjadi perhatian karena dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak yang berada di sekitar aliran air tanpa pengawasan orang dewasa.
Polisi Tidak Menemukan Tanda Penganiayaan
Dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, petugas menemukan busa pada bagian hidung dan mulut serta luka lecet di area leher. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah TKP, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Meski demikian, informasi tersebut merupakan kesimpulan awal berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan petugas di lokasi kejadian.
Sejumlah barang milik korban, termasuk sepeda dan pakaian, turut diamankan untuk kepentingan penanganan kejadian.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi terhadap jenazah. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah disiapkan untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Wilangan.
Keselamatan Anak di Sekitar Saluran Air Perlu Diperhatikan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika berada di dekat sungai, dam, maupun saluran irigasi.
Saluran pengairan yang berada di lingkungan persawahan tetap memiliki risiko kecelakaan, terlebih apabila kedalaman air dan kondisi dasar saluran tidak mudah terlihat. Pengawasan keluarga serta perhatian terhadap keamanan lingkungan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Informasi mengenai korban disampaikan secara terbatas dengan tetap memperhatikan prinsip pemberitaan ramah anak. Identitas pribadi yang tidak diperlukan untuk kepentingan publik tidak perlu disebarluaskan guna menjaga privasi dan martabat korban serta keluarganya.
(Red-Garudasatunews)














