MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto meluncurkan sistem pembayaran retribusi parkir tepi jalan umum menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Inovasi ini diharapkan mempermudah transaksi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.
Peluncuran sistem pembayaran parkir digital tersebut menjadi salah satu agenda peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, Minggu (11/10/2026).
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran parkir bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Penerapan sistem tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui pelayanan yang mudah, tertib, dan transparan.
Menurutnya, digitalisasi diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan retribusi parkir daerah. Namun, keberhasilan program tersebut tetap bergantung pada integritas petugas, kesiapan sistem pembayaran, serta kemudahan akses bagi masyarakat.
“Teknologi itu adalah alat, sedangkan keberadaan dan pelayanan masyarakat adalah tujuan kita bersama. Karena itu, digitalisasi harus disertai integritas petugas, kesiapan sistem, dan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Identitas Juru Parkir Dibedakan Berdasarkan Warna Rompi
Peluncuran QRIS parkir ditandai dengan penyematan rompi secara simbolis kepada perwakilan juru parkir. Penggunaan rompi dengan empat warna berbeda menjadi penanda identitas berdasarkan jenis penugasan dan lokasi kerja.
Rompi merah diperuntukkan bagi juru parkir pada kegiatan insidental. Rompi biru digunakan juru parkir di ruang parkir khusus, sedangkan rompi hijau bagi petugas di area tertentu yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkot Mojokerto. Adapun rompi oranye diperuntukkan bagi juru parkir tepi jalan umum.
Pembagian atribut tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenali petugas berdasarkan area dan jenis penugasannya. Kejelasan identitas menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan ketertiban pelayanan parkir.
Transparansi Retribusi Menjadi Tantangan
Penerapan pembayaran parkir melalui QRIS membuka peluang bagi Pemkot Mojokerto untuk memperbaiki tata kelola retribusi daerah. Sistem pembayaran digital diharapkan mendukung pencatatan transaksi yang lebih tertib serta memudahkan pengawasan penerimaan.
Meski demikian, efektivitas kebijakan ini perlu ditopang pelaksanaan yang konsisten di lapangan. Kesiapan sarana pembayaran, pemahaman juru parkir, akses masyarakat terhadap transaksi nontunai, dan mekanisme pengawasan menjadi faktor penting agar tujuan transparansi dapat tercapai.
Kemudahan pembayaran juga perlu diimbangi dengan informasi yang jelas mengenai tarif parkir resmi dan bukti transaksi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kewajiban pembayarannya, sementara pemerintah daerah memiliki dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan program.
Digitalisasi bukan dengan sendirinya menjamin tidak adanya penyimpangan. Karena itu, evaluasi berkala terhadap penerimaan retribusi dan kualitas pelayanan diperlukan untuk memastikan program memberikan hasil yang terukur.
Harhubnas Diisi Kampanye Keselamatan Berkendara
Sebelum peluncuran QRIS parkir, Wakil Wali Kota Mojokerto bersama komunitas sepeda motor dan pengemudi ojek online mengikuti kampanye keselamatan berkendara atau safety riding.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu dan peraturan lalu lintas. Dalam kesempatan itu, helm berstandar Nasional Indonesia (SNI) juga dibagikan kepada peserta sosialisasi sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara.
Peringatan Harhubnas 2026 di Kota Mojokerto turut dimeriahkan dengan Turnamen Catur Wali Kota Cup 2026, jalan santai, senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengundian hadiah utama berupa sepeda motor listrik.
Wakil Wali Kota Mojokerto juga menekankan bahwa perhubungan tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarlokasi, tetapi juga keterhubungan masyarakat dengan pelayanan publik, keselamatan, dan kesempatan untuk maju.
Peluncuran QRIS parkir diharapkan menjadi langkah menuju pelayanan perhubungan yang lebih modern. Keberhasilan penerapannya akan ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, transparansi pengelolaan retribusi, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
(Red-Garudasatunews)












