Duta Muda JKN Kediri Perkuat Literasi Kesehatan Pelajar

oleh -18 Dilihat
oleh
Duta Muda JKN Kediri Perkuat Literasi Kesehatan Pelajar
Jherricho Wheny masuk Top 4 Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kediri 2026. Siswa SMK Cahaya Surya ini ingin membagikan informasi JKN kepada teman dan lingkungan sekitar.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Literasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus diperkuat di kalangan generasi muda Kabupaten Kediri. Melalui kegiatan Goes to School BPJS Kesehatan di SMK Negeri 1 Plosoklaten, pelajar tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta JKN, tetapi juga didorong menjadi penyambung informasi kesehatan bagi teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut digelar pada 24 September 2026 sebagai bagian dari upaya BPJS Kesehatan mendekatkan informasi Program JKN kepada generasi muda. Materi yang diberikan mencakup hak dan kewajiban peserta, alur pelayanan kesehatan, hingga berbagai kanal layanan non-tatap muka yang tersedia bagi peserta JKN.

Salah satu penggerak edukasi dalam kegiatan itu adalah Indah Ayu Permata, Runner Up Duta Muda BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri. Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukasi sebaya, sehingga informasi mengenai JKN diharapkan lebih mudah diterima dan diteruskan kepada kelompok usia yang sama.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri Tutus Novita Dewi mengatakan, kegiatan Goes to School merupakan salah satu upaya memperluas literasi JKN secara konsisten, khususnya kepada generasi muda.

Menurutnya, karakter generasi muda yang aktif, kreatif, dan dekat dengan lingkungan sebaya dapat menjadi modal untuk memperluas penyebaran informasi mengenai program JKN. Karena itu, pemahaman tentang hak, kewajiban, serta kanal pelayanan dinilai penting agar informasi yang diterima pelajar dapat diteruskan secara tepat.

Dari sisi sekolah, Kepala SMK Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri, Hadi Sugiharto, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam program tersebut. Ia menilai edukasi JKN di lingkungan sekolah dapat membuka ruang bagi pelajar untuk mengambil peran dalam mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan.

Bagi pelajar, materi yang disampaikan tidak berhenti pada pengenalan program. Salah seorang peserta, Akbar, mengaku memperoleh pemahaman lebih baik mengenai hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN serta kanal layanan yang dapat digunakan ketika membutuhkan pelayanan.

Pola edukasi berbasis sekolah ini sekaligus menunjukkan bahwa penyebaran informasi JKN tidak hanya bergantung pada komunikasi antara penyelenggara program dan peserta. Pelajar juga ditempatkan sebagai bagian dari rantai informasi di tengah masyarakat.

Namun, efektivitas peran tersebut tetap bergantung pada ketepatan informasi yang diterima dan kemampuan pelajar menyampaikannya kembali. Karena itu, penguatan literasi JKN perlu dilakukan secara berkelanjutan agar informasi mengenai layanan, hak, kewajiban, dan prosedur pelayanan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi satu kali.

Melalui kolaborasi BPJS Kesehatan, sekolah, dan generasi muda, edukasi JKN diharapkan dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas. Dari sekolah, informasi mengenai jaminan kesehatan kemudian diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar secara lebih dekat dan mudah dipahami.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.