Pertamax Turbo Naik Rp1.300 per Liter di Surabaya

oleh -21 Dilihat
oleh
Pertamax Turbo Naik Rp1.300 per Liter di Surabaya
Ilustrasi Pertamax Turbo Naik Rp1.300 per Liter di Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai awal September 2026. Di wilayah Surabaya dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan sebesar Rp1.300 per liter, dari sebelumnya Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada produk Dexlite dan Pertamina Dex.

Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 1 September 2026 pukul 00.00 WIB. Berdasarkan daftar harga terbaru, Dexlite naik Rp4.000 per liter menjadi Rp23.700 dari sebelumnya Rp19.700. Sementara Pertamina Dex mengalami kenaikan Rp4.050 per liter menjadi Rp25.200 dari harga sebelumnya Rp21.150 per liter.

Di sisi lain, sejumlah produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax tetap dijual Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 tetap Rp16.600 per liter, Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan sektor usaha yang bergantung pada konsumsi bahan bakar harian. Penyesuaian harga tersebut diperkirakan berdampak pada biaya operasional transportasi dan distribusi barang di berbagai daerah, termasuk Surabaya dan wilayah penyangga di Jawa Timur.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah. Sejumlah indikator menjadi dasar perhitungan, antara lain perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, komponen perpajakan, serta faktor keekonomian lainnya.

Menurut Pertamina, kebijakan ini hanya berlaku pada sebagian produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara produk nonsubsidi lainnya seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap dipertahankan pada harga sebelumnya dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi sosial ekonomi saat ini.

Dari sudut pandang konsumen, kenaikan harga Pertamax Turbo sebesar Rp1.300 per liter menjadi sinyal bahwa fluktuasi pasar energi global masih memengaruhi harga energi domestik. Bagi pengguna kendaraan beroktan tinggi, perubahan ini berpotensi meningkatkan pengeluaran bulanan, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Sementara itu, lonjakan harga yang lebih besar pada Dexlite dan Pertamina Dex juga menjadi perhatian sektor logistik dan kendaraan diesel. Kenaikan masing-masing Rp4.000 hingga Rp4.050 per liter berpotensi menambah biaya operasional pelaku usaha transportasi dan distribusi yang menggunakan bahan bakar diesel nonsubsidi.

Meski demikian, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih dipertahankan pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat di tengah dinamika harga energi global dan perubahan faktor ekonomi makro yang memengaruhi industri migas nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.