Musik Daul Pamekasan Resmi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026

oleh -33 Dilihat
oleh
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Musik Daul khas Kabupaten Pamekasan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia 2026. Capaian ini semakin memperkaya deretan aset kebudayaan daerah berjuluk Kota Gerbang Salam tersebut yang berhasil meraih pengakuan di tingkat nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan ini. Menurut Basri, pengakuan nasional tersebut mempertegas kedudukan Musik Daul sebagai warisan tradisi yang tumbuh, hidup, dan mengakar kuat di tengah masyarakat Pamekasan.

“Alhamdulillah, khazanah budaya asli Pamekasan kembali mendapat pengakuan nasional. Tepat pada 4 September 2026, Musik Daul resmi ditetapkan sebagai WBTB Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan,” ujar Basri, Selasa (8/9/2026).

Basri menjelaskan bahwa proses pengusulan Musik Daul sebagai WBTB Indonesia telah diinisiasi sejak tahun 2025. Tahapan tersebut diawali dengan pendampingan teknis dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, dilanjutkan dengan proses penilaian berjenjang dari tingkat provinsi hingga akhirnya dinilai oleh tim ahli Kementerian Kebudayaan di tingkat nasional.

“Prosesnya cukup panjang. Kami mengusulkannya pada 2025, dilanjutkan pendampingan, hingga penilaian tingkat provinsi. Setelah dinyatakan lolos, pengusulan berlanjut ke tahap penilaian nasional,” ungkapnya.

Pascapenetapan ini, Disdikbud Pamekasan berkomitmen tidak hanya berhenti pada upaya pelestarian, tetapi juga mendorong pengembangan Musik Daul agar tetap relevan bagi generasi muda.

Salah satu langkah strategis yang akan didorong adalah pembentukan komunitas Musik Daul di lingkungan sekolah hingga perguruan tinggi. Langkah ini dinilai vital untuk menjamin keberlanjutan dan regenerasi para pelaku seni di daerah.

Basri menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian ini membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para seniman yang selama ini konsisten menjaga eksistensi Musik Daul.
“Tugas kita adalah memastikan kebudayaan ini terus eksis. Kami optimistis, dengan dukungan penuh para pelaku seni dan masyarakat, Musik Daul tidak hanya dapat kita pertahankan, tetapi juga dikembangkan secara berkelanjutan,” tutupnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.