613 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Banyuwangi 2026

oleh -17 Dilihat
oleh
613 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Banyuwangi 2026
Ilustrasi 613 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Banyuwangi 2026
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi tercatat mendaftar dan mengikuti proses seleksi Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026. Dari jumlah tersebut, 124 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan melanjutkan tahapan tes psikologi serta wawancara.

Program beasiswa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut kembali digulirkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Data Pemkab Banyuwangi mencatat, program beasiswa yang telah berjalan sejak 2011 hingga 2025 itu telah membantu 3.920 mahasiswa menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada 2026, program tersebut dikembangkan melalui skema Beasiswa Banyuwangi Progresif.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pendidikan merupakan salah satu investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Karena itu, program beasiswa terus dilanjutkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.

Menariknya, Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 tidak hanya menyasar mahasiswa umum. Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap sektor kesehatan, termasuk pembiayaan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Sejumlah bidang spesialis yang menjadi prioritas antara lain jantung dan pembuluh darah, neurologi, THT-KL, kedokteran fisik dan rehabilitasi, orthopedi dan traumatologi, kedokteran jiwa, urologi, penyakit dalam, serta mata. Selain dokter spesialis, program juga membuka kesempatan bagi dokter gigi spesialis.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa beasiswa tidak semata diarahkan sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di Banyuwangi.

Khusus sektor kesehatan, penerima beasiswa diharapkan setelah menyelesaikan pendidikan dapat kembali mengabdi di Banyuwangi. Pemkab menargetkan keberadaan penerima program tersebut dapat memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, secara berkelanjutan.

Selain kesehatan, program Beasiswa Banyuwangi Progresif mencakup bidang pendidikan, teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, ilmu sosial, hukum, serta perikanan. Bidang-bidang tersebut dipilih karena dianggap memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menyebutkan, dari 613 pendaftar, sebanyak 124 orang telah melewati seleksi administrasi. Mereka selanjutnya menjalani tes psikologi dan wawancara. Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada akhir September 2026.

Beasiswa diberikan sejak peserta dinyatakan lolos hingga menyelesaikan pendidikan. Untuk program kedokteran, pembiayaan diberikan hingga semester 12, sedangkan program studi lainnya hingga semester 8.

Komponen pembiayaan meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta kebutuhan praktik. Dengan skema tersebut, pemerintah daerah tidak hanya dituntut memastikan proses seleksi berlangsung transparan, tetapi juga memastikan penerima benar-benar sesuai dengan sasaran dan kebutuhan pembangunan.

Program ini sekaligus menempatkan kebijakan beasiswa Banyuwangi pada dua kepentingan: memperluas akses pendidikan bagi warga daerah dan memastikan investasi anggaran pendidikan memberikan manfaat kembali bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.