AJP Salurkan Air Bersih, Kekeringan Pamekasan Meluas

oleh -20 Dilihat
oleh
AJP Salurkan Air Bersih, Kekeringan Pamekasan Meluas
Suasana pendistribusian air bersih AJP di Pondok Pesantren Al-Mawardi Soklancar, Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Tlanakan, Pamekasan, Minggu (6/9/2026). [Gambar: AJP]
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Krisis air bersih di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kian meluas. Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan yang kini tercatat tersebar di 82 desa pada 11 kecamatan.

Aksi sosial bertajuk “Melumpur Bersama” itu dimulai secara simbolis di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Minggu (6/9/2026). Distribusi air bersih dijadwalkan berlangsung selama dua pekan hingga 20 September 2026 dan akan menyasar wilayah lain yang terdampak.

Meluasnya wilayah kekeringan menjadi perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Data terbaru menunjukkan jumlah desa terdampak meningkat dari sebelumnya 76 desa menjadi 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan.

Ketua AJP Pamekasan M. Khairul Umam mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk bakti jurnalis kepada masyarakat. AJP tidak ingin hanya memberitakan kesulitan warga, tetapi ikut hadir membantu secara langsung.

“Ini bagian dari bakti kami sebagai jurnalis. Kami turun langsung untuk membantu warga,” ujar Khairul Umam.

Menurut dia, penyaluran air bersih tidak berhenti pada kegiatan simbolis. AJP akan menyisir 11 kecamatan terdampak secara bertahap. Tahap pertama dijadwalkan berlangsung hingga 20 September, kemudian dilanjutkan dengan periode berikutnya.

“11 kecamatan akan kami sisir. Secara simbolis kami mulai hari ini. Untuk tahap awal akan berakhir pada 20 September 2026, kemudian akan dilanjut kembali untuk periode kedua,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Mai, mengaku bersyukur menerima bantuan tersebut. Warga Desa Larangan Tokol itu menyebut wilayahnya telah mengalami kekurangan air bersih selama sekitar tiga bulan. Selama kondisi tersebut berlangsung, warga mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan juga disalurkan kepada Pondok Pesantren Almawardi Soklancar. Pengurus pesantren, Jaziri, mengatakan air bersih tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan para santri selama menjalani aktivitas belajar dan tinggal di lingkungan pesantren.

Di sisi lain, persoalan kekeringan di Pamekasan bukan fenomena baru. Pemerintah daerah telah menyiapkan armada distribusi air untuk menghadapi potensi kekeringan pada 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan akses air bersih membutuhkan penanganan berkelanjutan, bukan semata bantuan tangki air ketika kemarau mencapai puncaknya.

Program sosial AJP tersebut mendapat dukungan sejumlah pihak, antara lain Darus Sakinah, Bawang Mas Group, PLN UP3 Madura, dan Master Max. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih masih menjadi pekerjaan penting yang membutuhkan perhatian lintas pihak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.