“Ada Kekuatan Mafia di Balik Kebakaran Hutan”, Catatan Kritis 2015 dan Ujian Penegakan Hukum Hari Ini

oleh -20 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas saat ini ternyata telah diingatkan sejak lama. Sejak Oktober 2015, mantan Menteri Keuangan era Orde Baru, Fuad Bawazier, menyampaikan pandangan kritis: terbakarnya kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan perkebunan diduga bukan semata karena alam, melainkan bagian dari upaya perluasan lahan yang disengaja.

Fuad menguraikan bukti sederhana namun mencolok, jika kebakaran terjadi akibat proses alamiah, wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan seharusnya juga terbakar hebat. Kenyataannya, titik api justru banyak ditemukan di sisi Indonesia. Ia pun meyakini adanya peran jejaring mafia yang kuat hingga merambah ke birokrasi, dan mendesak pemerintah bertindak tegas dengan menyampaikan fakta secara jujur tanpa narasi berlebihan atau “kalimat bersayap”.

Peringatan tersebut kini kembali relevan. Data analisis SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan sepanjang semester I tahun 2026, luas areal yang terbakar telah mencapai lebih dari 202.000 hektar. Wilayah paling parah meliputi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Selatan.

Menanggapi situasi yang mendesak, Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8/2026). Presiden menerima laporan bahwa dari sekitar 16.277 hektar lahan terbakar di Riau, lebih dari 15.000 hektar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama Satgas Karhutla. Namun Presiden tidak berhenti di situ.

Dalam arahan yang disampaikan 24–25 Agustus 2026, Presiden menegaskan bahwa karhutla menyangkut keselamatan rakyat dan nama baik lingkungan Indonesia. Ia memerintahkan TNI, Polri, serta Kementerian LHK/Kehutanan bekerja dua arah, memadamkan api dan mencegah secara teknis, serta mengambil tindakan hukum tegas tanpa kompromi kepada pihak mana pun termasuk korporasi yang terbukti sengaja membakar lahan demi kepentingan bisnis. Sejalan dengan desakan yang disampaikan hampir sebelas tahun silam, pemerintah kini bergerak menyeluruh untuk menuntaskan akar persoalan karhutla hingga tuntas. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.