Nelayan Jember Terseret Ombak, Satu Ditemukan Meninggal

oleh -21 Dilihat
oleh
Nelayan-Jember-Terseret-Ombak-Satu-Ditemukan-Meninggal
Nelayan-Jember-Terseret-Ombak-Satu-Ditemukan-Meninggal
banner 468x60

LUMAJANG, Garudasatunews.id – Seorang nelayan asal Kabupaten Jember ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret gelombang tinggi saat melaut di perairan selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Sementara itu, dua nelayan lain yang berangkat bersama korban masih menjalani proses evakuasi setelah dilaporkan terjebak di atas perahu di tengah laut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, insiden bermula ketika tiga nelayan asal Kabupaten Jember melaut untuk mencari ikan pada Kamis (16/7/2026) malam. Dalam perjalanan, perahu yang mereka gunakan dilaporkan diterjang gelombang tinggi.

Korban meninggal diketahui bernama Sugi (50), warga Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Jenazah korban ditemukan di bibir Pantai Padang Savana, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lumajang, Nur Cahyo, mengatakan tim menerima laporan penemuan jasad korban di kawasan pantai. Di sekitar lokasi juga ditemukan sebuah perahu yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Kalau dilihat dari lokasi penemuannya di pantai, tadi juga ditemukan perahu, sehingga besar kemungkinan korban merupakan nelayan,” ujar Nur Cahyo di Lumajang, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan keterangan sementara, korban berangkat melaut bersama dua rekannya, yakni Zaidin dan Gio. Saat berada di perairan selatan, perahu mereka diduga dihantam gelombang tinggi hingga menyebabkan Sugi terlempar ke laut dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan pantai.

Sementara itu, dua nelayan lainnya dilaporkan masih berada di atas perahu yang terombang-ambing di tengah laut. BPBD menyebut perahu yang mereka gunakan tidak mengalami kerusakan maupun tenggelam, sehingga proses evakuasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan petugas.

“Informasinya ada tiga orang. Satu berhasil menepi dan ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih berada di perahu di tengah laut dan saat ini masih dalam proses evakuasi,” kata Nur Cahyo.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan laut tersebut. Aparat bersama tim gabungan masih melakukan upaya evakuasi terhadap dua nelayan yang tersisa serta pendataan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian mengingat tingginya potensi gelombang di perairan selatan Jawa. Nelayan diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang sebelum melakukan aktivitas melaut guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.