Bersih Desa Kedungbanteng Perkuat Tradisi dan Ekonomi Warga

oleh -13 Dilihat
oleh
Bersih Desa Kedungbanteng Perkuat Tradisi dan Ekonomi Warga
Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026).
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Tradisi Bersih Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kembali digelar dalam rangka memperingati usia desa yang ke-125, Senin (29/6/2026). Kegiatan budaya tahunan tersebut menjadi momentum masyarakat mengekspresikan rasa syukur atas hasil panen, keselamatan, serta komitmen menjaga warisan budaya yang telah berlangsung sejak desa berdiri pada 1901.

Perayaan berlangsung selama tujuh hari dengan rangkaian kegiatan berupa selamatan, pentas seni, kirab budaya yang membawa gunungan tumpeng, hingga pagelaran wayang kulit sebagai penutup. Pemerintah desa menilai tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Kepala Desa Kedungbanteng, Ariv Iskandar Fatoni, menjelaskan desa yang kini dihuni lebih dari 7.200 jiwa itu didominasi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan.

“Mayoritas warga bekerja sebagai petani. Desa Kedungbanteng telah berdiri sejak tahun 1901 dan saat ini memasuki usia ke-125,” ujarnya.

Menurut Ariv, potensi ekonomi desa didukung komoditas perkebunan seperti cengkeh, kopi, pisang, dan kelapa. Cengkeh disebut menjadi komoditas unggulan yang berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat.

Ia berharap kondisi cuaca yang relatif baik hingga akhir tahun dapat meningkatkan produktivitas panen sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Dalam satu musim panen, sebagian petani disebut mampu menghasilkan ratusan kilogram cengkeh maupun kopi.

Selain potensi pertanian, pemerintah desa juga menilai akses menuju Kedungbanteng semakin baik meski lokasinya sekitar 60 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Malang. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat.

Rangkaian Bersih Desa ditutup dengan pagelaran wayang kulit lakon Wahyu Sandang Pangan yang dibawakan dalang Ki Paksi Candra Wibatsu dari Solo. Melalui tema “Bangkit dan Berdaya”, pemerintah desa berharap tradisi tersebut mampu memperkuat semangat gotong royong, menjaga persaudaraan antarwarga, sekaligus mendorong pembangunan desa yang berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Ariv menegaskan, Bersih Desa merupakan agenda rutin yang digelar setiap bulan Suro sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri desa sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

(Red-Garudasatunews)*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.