85 Kg Sabu, 3,6 Juta Pil Koplo: Polda Jatim Bongkar 3.157 Kasus, 4.610 Tersangka Diciduk dalam 6 Bulan.

oleh -19 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

​SURABAYA, Garudasatunews.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan narkotika selama periode Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 3.157 kasus berhasil diungkap dengan mengamankan 4.610 orang tersangka.

 

 

​Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa tren penegakan hukum pada semester pertama tahun ini mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu.

​”Jika dibandingkan dengan semester I 2025, jumlah pengungkapan kasus naik sebesar 4,54 persen, sementara jumlah tersangka meningkat 4,91 persen,” ujar Jules saat dikonfirmasi pada Kamis (25/6/2026).

 

 

​Dalam operasi selama enam bulan terakhir, Polda Jatim menyita barang bukti dalam jumlah masif, meliputi:

– ​Sabu-sabu: 85 kilogram

– ​Ganja: 82 kilogram dan 53 batang tanaman ganja

– ​Ekstasi: 60.000 butir

– ​Ketamin: 10,38 kilogram

– ​Kokain: 22,23 gram

– ​Tembakau Gorilla: 32,37 gram

– ​Obat Keras Berbahaya (Okerbaya): ± 3,6 juta butir

 

Meski angka pengungkapan meningkat, Kombes Pol. Jules menegaskan bahwa hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan peredaran narkoba di Jawa Timur semakin meluas. Peningkatan angka ini justru merefleksikan keaktifan dan agresivitas aparat di lapangan.

​”Kenaikan ini merupakan hasil dari komitmen penyidik yang secara intensif meningkatkan upaya pencegahan serta penegakan hukum terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Jawa Timur,” jelasnya.

 

 

​Sebagai langkah akuntabilitas, Polda Jatim juga rutin melakukan pemusnahan barang bukti, termasuk di antaranya pemusnahan kasus kokain yang sebelumnya berhasil diungkap di wilayah Kabupaten Sumenep.

 

 

​Jalur Darat dan Laut Jadi Modus Operandi :

Berdasarkan hasil pemetaan dan penyelidikan, mayoritas kasus yang dibongkar berasal dari jaringan lokal dan antarprovinsi. Jalur darat masih menjadi rute distribusi utama yang paling sering dimanfaatkan oleh para pelaku, disusul oleh jalur laut untuk memasok barang haram tersebut ke wilayah hilir.

​”Mayoritas yang kami ungkap di Jawa Timur adalah jaringan antarprovinsi. Sejauh ini, belum ada indikasi jaringan internasional dalam skala besar yang menjadikan Jawa Timur sebagai pasar utama tujuan mereka,” pungkas Jules.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.