UINSA-Canberra Buka Program Magister Internasional

oleh -20 Dilihat
oleh
UINSA-Canberra Buka Program Magister Internasional
Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya, dan Pihak UIN Sunan Ampel Surabaya rayakan kerjasama Program Joint Master's Degree, di Oakwood Hotel & Residence Surabaya, Rabu (24/6/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya resmi memperkuat kerja sama pendidikan internasional dengan University of Canberra, Australia, melalui peluncuran Program Joint Master’s Degree Pendidikan Bahasa Inggris. Program ini membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk memperoleh gelar magister bertaraf internasional melalui skema pembelajaran lintas negara.

Peluncuran kerja sama tersebut ditandai dalam agenda bertajuk Celebrating Shared Success yang digelar Konsulat Jenderal Australia di Surabaya. Kegiatan itu menjadi momentum penguatan hubungan pendidikan Indonesia-Australia sekaligus menandai dimulainya implementasi program magister bersama antara kedua perguruan tinggi.

Program tersebut merupakan inisiatif Rektor Pelaksana UINSA, Prof. Akh. Muzakki, yang mendorong perluasan akses pendidikan internasional bagi mahasiswa Indonesia, khususnya pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris.

Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, menegaskan dukungan penuh pemerintah Australia terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi akademik ini memiliki nilai strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.

“Program Joint Master’s Degree antara UINSA dan University of Canberra merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan profesional berdaya saing internasional, memperkaya pengalaman lintas budaya, serta membuka peluang karier yang lebih luas bagi lulusannya,” ujar Glen Askew saat kegiatan berlangsung di Oakwood Hotel & Residence Surabaya, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai kerja sama pendidikan tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas budaya.

Sementara itu, Prof. Akh. Muzakki menyebut kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Menurutnya, kemitraan antaruniversitas harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia dan institusi pendidikan.

“Kolaborasi internasional bukan sekadar kerja sama antar institusi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi akademisi dan profesional yang memiliki wawasan global serta mampu berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Dalam program tersebut, sekitar 70 persen biaya kuliah dan biaya hidup peserta selama berada di Australia ditanggung pemerintah Australia. Sementara 30 persen sisanya didukung pemerintah Indonesia melalui skema pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Untuk tahun akademik pertama, kuota peserta yang tersedia sebanyak delapan orang. Seleksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan LPDP dan University of Canberra, termasuk pemenuhan standar kemampuan bahasa Inggris melalui IELTS serta tes psikologi yang mengukur ketahanan mental peserta.

Prof. Muzakki menjelaskan bahwa aspek ketahanan psikologis menjadi salah satu faktor penentu dalam proses seleksi. Menurutnya, kemampuan akademik yang tinggi tidak selalu menjadi jaminan keberhasilan apabila tidak didukung kesiapan mental untuk menjalani kehidupan dan studi secara mandiri di luar negeri.

Pihak University of Canberra turut menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan tersebut. Perguruan tinggi yang berlokasi di ibu kota Australia itu menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan memperkuat kolaborasi akademik berkelanjutan bersama UINSA.

Kerja sama ini sejalan dengan kebijakan penguatan hubungan pendidikan tinggi antara Indonesia dan Australia. Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi Australia Jason Clare MP dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia Prof. Brian Yuliarto telah menandatangani nota kesepahaman yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama kemitraan kedua negara.

Data pendidikan internasional menunjukkan minat mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke Australia terus meningkat. Pada 2025, sekitar 25 ribu mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi Australia, mencerminkan kuatnya hubungan akademik serta tingginya kepercayaan terhadap kualitas pendidikan di negara tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.