Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bangkalan: 12 Siswa SMAN 1 Kokop Masih Dirawat Intensif

oleh -27 Dilihat
oleh
banner 468x60

​BANGKALAN, Garudasatunews.id — Sebanyak 12 dari 84 siswa SMAN 1 Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, masih harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas setempat pada Jumat (5/6/2026).

Belasan pelajar tersebut merupakan bagian dari puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (4/6) lalu.

 

​Sementara itu, puluhan siswa lainnya telah diizinkan pulang ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka dinyatakan membaik oleh tim medis.

 

​Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, membenarkan adanya insiden gangguan kesehatan massal tersebut. Ia menjelaskan bahwa paket makanan yang dikonsumsi para siswa didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kokop.

​”Berdasarkan data yang kami terima, total siswa yang dilarikan ke Puskesmas mencapai 84 orang. Per pagi ini, tersisa 12 orang yang masih menjalani rawat inap, dan kami berharap kondisi mereka segera membaik sehingga bisa pulang hari ini,” ujar Bambang, Jumat (5/6/2026).

 

​Kronologi dan Gejala yang Dialami Siswa

​Bambang memaparkan, paket menu MBG yang dikonsumsi para siswa saat kejadian terdiri dari:

– ​Nasi putih

– ​Sate

– ​Acar

– ​Tempe goreng

– ​Buah semangka

 

​Menurut laporan tim medis, efek samping dari hidangan tersebut bereaksi cukup cepat. Hanya dalam kurun waktu sekitar satu jam setelah makan, para siswa mulai mengeluhkan gejala serupa.

​”Keluhan didominasi oleh rasa mual, pusing, hingga dorongan untuk muntah yang tertahan,” tambah Bambang.

 

​Menariknya, para siswa mengaku tidak merasakan keanehan apa pun saat menyantap hidangan tersebut. Berdasarkan testimoni awal, makanan yang disajikan oleh SPPG dinilai memiliki aroma yang normal dan rasa yang enak, sehingga para siswa mengonsumsinya hingga habis.

 

​Saat ini, Satgas MBG Bangkalan telah bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium guna menyelidiki penyebab pasti di balik insiden keracunan massal ini.(frq)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.