Libur Panjang Dongkrak PAD Wisata Kediri

oleh -7 Dilihat
oleh
Libur Panjang Dongkrak PAD Wisata Kediri
Momen libur panjang di tahun 2026 terbukti menjadi berkah musiman yang manis bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Lonjakan arus wisatawan selama libur panjang 2026 berdampak langsung terhadap meroketnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kediri dari sektor retribusi wisata. Peningkatan drastis pemasukan tiket masuk di sejumlah destinasi unggulan menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata kini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah yang paling produktif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi mengungkapkan, tren kenaikan pendapatan mulai terlihat sejak momentum libur Maret 2026 dan terus melonjak tajam saat periode libur Idulfitri.

“Selama libur lebaran kemarin terjadi peningkatan signifikan, terutama di wisata unggulan seperti Gunung Kelud,” ujarnya.

Data retribusi wisata menunjukkan adanya lonjakan tajam pemasukan harian. Pada Minggu (22/3/2026), total pendapatan seluruh objek wisata tercatat sebesar Rp24.601.000. Namun sehari kemudian, Senin (23/3/2026), angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat hingga mencapai Rp42.777.000.

Destinasi wisata alam Gunung Kelud kembali menjadi penyumbang terbesar PAD sektor wisata dengan pemasukan mencapai Rp17 juta dalam sehari. Sementara destinasi lain juga mencatat performa tinggi, di antaranya kawasan wisata Besuki sebesar Rp8,9 juta, kawasan Simpang Lima Gumul sebesar Rp8,9 juta, serta kawasan wisata Ubalan sebesar Rp7,3 juta.

Tren positif tersebut terus berlanjut hingga Selasa (24/3/2026). Kawasan wisata Ubalan tercatat kembali menghasilkan pendapatan Rp7.673.000 dari tingginya volume kunjungan wisatawan.

Gelombang kunjungan kembali meningkat saat long weekend Mei 2026 bertepatan dengan libur Kenaikan Isa Almasih pada Kamis (14/5/2026). Jumlah wisatawan yang memadati destinasi wisata disebut menembus 800 orang per hari atau meningkat berkali-kali lipat dibanding rata-rata kunjungan normal yang hanya berkisar 200 orang.

“Tren kunjungan wisata selama libur menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Ini menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri,” kata Mustika.

Di tengah tingginya geliat wisata alam, Pemerintah Kabupaten Kediri juga mulai melakukan pembenahan pada sektor wisata sejarah. Museum Sri Aji Joyoboyo ditutup sementara mulai 3 hingga 18 Mei 2026 guna pemeliharaan koleksi purbakala dan optimalisasi tata ruang arkeologika.

Langkah tersebut disebut bukan sekadar perawatan rutin, melainkan bagian dari strategi peningkatan kualitas destinasi berbasis edukasi sejarah. Pemerintah daerah bahkan menyiapkan pengembangan fasilitas baru berupa amfiteater dan ruang pertunjukan budaya untuk mendukung daya tarik museum.

“Di museum, ini tahap perkembangan juga. Nanti kita punya amfiteater, kita juga pementasan di sana. Saya kira itu sangat menarik juga untuk dikembangkan,” imbuh Mustika.

Museum Sri Aji Joyoboyo dijadwalkan kembali dibuka untuk umum pada Selasa, 19 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB.

Lonjakan pendapatan retribusi wisata sepanjang musim libur ini dinilai memberi efek domino terhadap perputaran ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa transportasi dan penginapan lokal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.