Rois PBNU Lantik PCNU Sumenep Baru

oleh -12 Dilihat
oleh
Rois PBNU Lantik PCNU Sumenep Baru
Pelantikan PCNU Sumenep
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik dalam prosesi khidmat di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Kecamatan Gapura, Sabtu (16/05/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abd. A’la Basyir dan disaksikan ribuan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan bertema “Transformasi Jam’iyah dalam Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat” itu juga dihadiri Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Kehadiran jajaran elite PBNU dinilai menjadi penegasan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat daerah dalam menghadapi tantangan sosial dan keumatan ke depan.

Ketua PCNU Sumenep, KH Md. Widadi Rahim mengungkapkan, struktur kepengurusan PCNU Sumenep periode 2026–2031 terdiri atas 69 pengurus inti dan 362 pengurus lembaga. Mayoritas pengurus berasal dari alumni pesantren lokal seperti Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Annuqayah, Al-Is’af, serta sejumlah pesantren besar lainnya.

Namun demikian, kepengurusan baru tersebut juga melibatkan kalangan profesional nonpesantren, mulai dari dokter, pengacara hingga profesi lainnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi transformasi organisasi agar NU mampu memperkuat kapasitas kelembagaan tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren.

“Transformasi organisasi harus tetap berjalan tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan pesantren,” tegas KH Md. Widadi Rahim dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti kualitas sumber daya manusia dalam struktur kepengurusan baru. Dari total pengurus yang dilantik, tercatat 17 orang bergelar doktor (S3), 70 orang bergelar magister (S2), sementara sisanya berasal dari lulusan sarjana dan kalangan pesantren.

Menurutnya, kombinasi antara basis keilmuan pesantren dan profesionalitas modern menjadi modal utama PCNU Sumenep dalam menjalankan program-program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Transformasi NU tetap berpijak pada tradisi Aswaja. Komponen kepengurusan yang dimiliki tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam manajerial, profesionalitas, dan kualitas,” ujarnya.

PCNU Sumenep menegaskan bahwa program kerja ke depan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial organisasi, melainkan diarahkan pada penguatan pelayanan umat, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Nahdliyin.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.