Etika Jemaah Disorot Saat Pelepasan Haji Sumenep

oleh -19 Dilihat
oleh
Etika Jemaah Disorot Saat Pelepasan Haji Sumenep
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim bersalaman dengan jemaah haji Sumenep saat pelepasan simbolis
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id – Pelepasan 1.356 jemaah haji Kabupaten Sumenep oleh Wakil Bupati Imam Hasyim pada Kamis (7/5/2026) di Gedung Korpri tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga diwarnai penekanan serius terkait disiplin, etika, dan kepatuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Imam Hasyim menegaskan bahwa status jemaah haji sebagai “tamu Allah” bukan sekadar simbol spiritual, melainkan mengandung konsekuensi moral yang harus dijaga secara ketat. Ia secara eksplisit mengingatkan agar para jemaah meninggalkan sikap angkuh, tamak, dan perilaku yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah maupun ketertiban umum.

Data yang dihimpun menyebutkan, ribuan jemaah tersebut terbagi dalam kloter 77, 78, 79, dan 81. Sementara itu, delapan jemaah lainnya tersebar di kloter berbeda, yakni 68, 71, 72, dan 76. Pembagian ini dinilai krusial karena berkaitan dengan koordinasi, pengawasan, serta standar pelayanan selama di embarkasi hingga di Arab Saudi.

Lebih lanjut, Wakil Bupati juga menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap petugas haji. Ia mengingatkan agar jemaah tidak bertindak di luar arahan resmi, yang berpotensi menimbulkan kebingungan bahkan risiko keselamatan. Pernyataan tersebut disampaikan secara tegas, termasuk menggunakan Bahasa Madura sebagai pendekatan kultural agar lebih dipahami oleh mayoritas jemaah.

Selain aspek etika dan kepatuhan, perhatian juga diarahkan pada kesiapan fisik. Perbedaan iklim ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi disebut sebagai faktor risiko yang kerap diabaikan. Oleh karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi tubuh sejak sebelum keberangkatan.

Di sisi lain, petugas haji dan pembimbing ibadah turut menjadi sorotan. Mereka dituntut memberikan pelayanan maksimal, khususnya bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian ekstra. Pendekatan humanis dan kesabaran disebut sebagai standar minimal yang harus dipenuhi dalam menjalankan tugas pelayanan.

Sesuai jadwal resmi, pemberangkatan jemaah haji Sumenep akan dilakukan pada Senin (11/5/2026) dini hari pukul 03.00 WIB dari GOR A. Yani Pangligur menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya menggunakan armada bus yang telah disiapkan. Proses ini menjadi tahap awal rangkaian panjang perjalanan ibadah yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta kepatuhan terhadap sistem yang telah ditetapkan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.