839 Kasus PMK Jatim, Vaksin Mulai Disalurkan

oleh -186 Dilihat
839 Kasus PMK Jatim, Vaksin Mulai Disalurkan
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh Iswahyudi menambahkan, virus PMK tersebar pada 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dan, Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 103 ekor sapi terpapar.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di Jawa Timur. Hingga 26 Januari 2026, tercatat 839 sapi terpapar PMK di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, 221 ekor dinyatakan sembuh, 605 masih sakit dan dalam perawatan, 8 ekor mati, serta 5 sapi dipotong paksa.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan distribusi vaksin segera dilakukan mulai Rabu (28/1/2026).

“Januari terjadi peningkatan kasus, mayoritas pada sapi pedaging. Pergerakan ternak menjelang Idul Adha dan musim hujan mempercepat penularan. Pemerintah pusat sudah mengalokasikan 1,51 juta dosis untuk Jatim. Besok 453 ribu dosis tiba dan langsung kami distribusikan,” tegas Emil usai membuka Rakerwil IPHI Jatim, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, ternak yang sudah terinfeksi langsung mendapat pengobatan karena stok obat telah tersedia sejak November 2025.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim, drh Iswahyudi, menyebut PMK kini menyebar di 19 kabupaten/kota. Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, mencapai 103 ekor sapi terpapar.

Menurutnya, tingginya kasus dipicu padatnya populasi ternak, tingginya mobilitas hewan, kandang yang kurang bersih, ternak belum divaksin, serta faktor musim hujan.

“Curah hujan tinggi membuat kandang lembap. Ternak mudah stres, daya tahan turun, dan virus cepat menular,” jelas Iswahyudi.

Pemprov Jatim memperketat penanganan di lapangan dengan mendistribusikan obat PMK ke seluruh daerah, menurunkan petugas ke pasar hewan, serta memperketat pemeriksaan ternak di rumah potong hewan (RPH).

Setiap ternak bergejala PMK dilarang dipotong dan wajib mendapat penanganan medis.

Selain itu, peternak diminta rutin menyemprot kandang dengan disinfektan, terutama di wilayah kasus aktif.

Namun, persoalan utama masih pada ketersediaan vaksin. Tahun ini, Jawa Timur membutuhkan sekitar 5 juta dosis vaksin PMK, sementara stok yang tersedia baru 1,5 juta dosis.

“Ini tantangan besar kami. Karena itu distribusi vaksin yang datang akan kami prioritaskan ke daerah dengan kasus tinggi,” pungkas Iswahyudi.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.