764 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 18 Dusun Banyuwangi

oleh -20 Dilihat
oleh
764 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke 18 Dusun Banyuwangi
Pelepasan penyaluran air ke wilayah dampak kekeringan di Banyuwangi.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyalurkan sebanyak 764 ribu liter air bersih ke 18 dusun yang tersebar di lima kecamatan hingga 27 September 2026. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.

Lima wilayah yang menjadi sasaran distribusi air bersih tersebut meliputi Kecamatan Srono, Cluring, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pesanggaran. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak 22 Juli 2026 dan akan terus dilanjutkan sampai status siaga kekeringan berakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengatakan musim kemarau di wilayah tersebut telah berlangsung sejak Mei 2026. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Jawa Timur baru memasuki musim hujan pada November, sedangkan sebagian wilayah lainnya diperkirakan menyusul pada Desember 2026, termasuk Banyuwangi.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih di wilayah terdampak menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Banyuwangi telah menetapkan status siaga kekeringan dan melakukan distribusi air secara rutin ke daerah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Menurut Partana, bantuan air bersih digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat serta keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Distribusi akan tetap dilakukan selama status siaga kekeringan masih berlangsung.

Penanganan kekeringan juga melibatkan unsur di luar pemerintah daerah. Kodim 0825 Banyuwangi, misalnya, turut menyalurkan tujuh tangki atau sekitar 31 ribu liter air bersih kepada warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo.

Pelepasan bantuan tersebut dilakukan bersama Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspotondo dan Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Kaveleri Suprapto. Bantuan itu merupakan bagian dari kegiatan Bakti TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

Selain Kodim 0825 Banyuwangi, dukungan penanganan kekeringan juga datang dari BPBD Provinsi Jawa Timur, Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi, Bank Jatim, serta PT Bumi Suksesindo (BSI).

Seluruh pasokan air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak tersebut disuplai oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi selama kemarau.

Secara lebih luas, kondisi Banyuwangi tersebut sejalan dengan peringatan BMKG mengenai mundurnya awal musim hujan 2026/2027. BMKG pada September 2026 menyebut 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dari rata-rata klimatologis.

Dengan musim kemarau yang masih berpotensi berlangsung hingga penghujung tahun, kesinambungan distribusi air bersih menjadi faktor penting bagi warga di wilayah terdampak. Pemerintah daerah menyatakan penyaluran akan terus dilakukan hingga status siaga kekeringan dinyatakan selesai.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.