PONOROGO, Garudasatunews.id – Sebanyak 76 anak dari keluarga prasejahtera resmi ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo setelah menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo. Penetapan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan pembiayaan yang ditanggung negara.
Penyerahan SK dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Kamis (9/7/2026). Prosesi berlangsung dalam suasana haru ketika sejumlah orang tua melepas anak-anak mereka untuk mengikuti pendidikan berbasis asrama.
Dalam kesempatan tersebut, Lisdyarita meminta para orang tua memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan peserta didik menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Harapan saya yang penting orang tua ikhlas menaruh anaknya di SR ini. Kalau mereka ikhlas, otomatis anaknya benar-benar belajar dengan baik,” ujar Lisdyarita.
Lisdyarita juga mengingatkan seluruh peserta didik agar tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh semangat belajar, kedisiplinan, dan kerja keras, bukan oleh latar belakang maupun tempat menempuh pendidikan.
“Sudah saya sampaikan ke para murid baru ini, bahwa masa depan bukan dari tempat kalian berada, tapi dari mana kalian belajar dengan keras,” katanya.
Menurut Lisdyarita, Sekolah Rakyat Ponorogo mulai menunjukkan perkembangan positif melalui sejumlah capaian peserta didiknya. Ia menyebut beberapa siswa berhasil meraih penghargaan saat mengikuti kegiatan FNRP, yang dinilai menjadi indikator bahwa peserta didik Sekolah Rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
Selain itu, ia mengungkapkan sebagian siswa juga tengah dipersiapkan mengikuti program di luar negeri. Karena itu, seluruh peserta didik diminta memanfaatkan fasilitas dan kesempatan belajar yang telah disediakan pemerintah secara maksimal.
Lisdyarita turut mengapresiasi peran tenaga pendidik yang mendampingi proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ia berharap sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua terus diperkuat guna mendukung perkembangan akademik maupun karakter para siswa.
“Guru-guru pengajar di sini luar biasa. Biar saling sinergi. Anak-anak ini kemarin beberapa juga sudah persiapan program ke luar negeri. Ini anak-anak hebat, biarlah mereka belajar dengan tekun di sini,” pungkasnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Melalui sistem pendidikan berasrama, peserta didik diharapkan memperoleh layanan pendidikan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
(Red-Garudasatunews)















