750 Siswa & 25 Guru SMAN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Minta Maaf

oleh -27 Dilihat
oleh
IMG-20260903-WA0048
IMG-20260903-WA0048
banner 468x60

 

 

REMBANG, Garudasatunews.id — Suasana di SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berubah menjadi kepanikan pada Kamis pagi (3/9/2026). Ratusan siswa dan guru tiba-tiba mengeluhkan gangguan pencernaan berupa diare dan muntah-muntah, diduga kuat usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya.

 

Secara bertahap keluhan muncul satu demi satu, namun dalam hitungan menit jumlahnya melonjak tajam. Tercatat 752 siswa dan 25 guru mengalami gejala serupa total 777 orang, atau sekitar 61 persen warga sekolah. Kondisi begitu membludak hingga fasilitas toilet sekolah kewalahan dan antrean tak terhindarkan.

 

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, akhirnya mengambil langkah darurat: seluruh 1.174 siswa dipulangkan lebih awal.

“Tadi pagi anak-anak masuk, ada yang melapor diare. Begitu guru mendata di masing-masing kelas, dalam beberapa menit langsung tercatat ada 777 orang yang mengalami keluhan serupa,” ungkap Juhartutik, Kamis 3 September 2026.

 

“Karena toilet sekolah sampai kelebihan kapasitas, saya izinkan anak-anak juga menggunakan kamar mandi pribadi saya. Mengingat kondisinya sudah demikian, kami putuskan memulangkan semua siswa.” Ujarnya.

 

Sebagian korban mengalami muntah berulang hingga tubuh terlihat melemas. Sedikitnya empat siswa dan seorang guru harus dibawa ke Puskesmas Lasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Jejak pada Makanan yang Disantap Sehari Sebelumnya :

Penyelidikan sementara mengarah pada paket makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Lasem, pada Rabu (2/9/2026) siang sekitar pukul 11.45 WIB dan disantap siswa pada jam istirahat pukul 12.00 WIB. Menu yang disajikan yakni nasi, ayam bakar grill, tempe, lalapan, sambal teri goreng, serta buah semangka potong.

 

Pihak pengolah sebelumnya menyatakan sambal digoreng hingga tiga jam lamanya dan ayam mulai dimasak sejak pukul 03.00 WIB. Namun sejumlah siswa menyampaikan kejanggalan pada makanan penutup dimana buah semangka terasa kecut.

 

“Ada siswa yang melaporkan semangkanya terasa kecut. Buah itu sudah dikemas dalam wadah..” ujar Juhartutik.

 

Pihak berwenang belum menarik kesimpulan pasti rasa kecut pada semangka tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal, namun menjadi salah satu petunjuk utama yang sedang ditelusuri.

 

Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab penuh.

 

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini adalah penanganan medis, seluruh biaya pengobatan sepenuhnya kami tanggung, free tanpa biaya sepeser pun bagi korban.” Ujarnya.

 

Tak sekadar menanggung pengobatan, pihak katering juga berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan higienis, hingga penanganan dan pendistribusian makanan ke sekolah. Insiden ini pun dijadikan momen untuk memperketat standar mutu guna mencegah kejadian serupa terulang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.