75 Persen Lahan Pasrepan Kritis

oleh -167 Dilihat
oleh
75 Persen Lahan Pasrepan Kritis
Ilustrasi lahan kritis. (Digenerate dengan AI)
banner 468x60

PASURUAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mencatat kerusakan ekologis serius di wilayah dataran tinggi akibat masifnya alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian. Perubahan tersebut memicu pergeseran morfologi lereng dan meningkatkan risiko bencana bagi warga di kawasan kaki gunung.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, menyebut hilangnya pohon penyangga telah mengubah struktur geologi di sejumlah titik rawan. Rehabilitasi hutan dinilai mendesak untuk mengembalikan fungsi konservasi lahan.

“Banyaknya alih fungsi lahan dari hutan menjadi areal pertanian sangat berpengaruh terhadap geologi dan morfologi lereng,” ujarnya.

Pemkab Pasuruan tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga mewajibkan keterlibatan sektor swasta dalam pemulihan lingkungan. Sebanyak 4.000 bibit pohon produktif seperti alpukat dan nangka mulai ditanam di titik tanah gerak, termasuk di Dusun Sempu.

Syaifudin menegaskan pelaku usaha yang beroperasi di Pasuruan harus ikut bertanggung jawab melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung penghijauan kawasan hutan gundul.

“Pengusaha yang berusaha di wilayah Kabupaten Pasuruan mau tidak mau harus turut bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Data 2025 menunjukkan kerusakan lahan paling parah berada di Kecamatan Pasrepan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis, menyebut persentase lahan kritis di wilayah tersebut mencapai 75,61 persen, tertinggi dibanding kecamatan lain.

“Yang paling tinggi Pasrepan, persentase lahan kritis mencapai 75,61 persen,” ungkapnya.

Pemulihan ekosistem di Pasrepan kini menjadi prioritas utama guna menekan risiko bencana dan memulihkan fungsi lingkungan secara berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.