LAMONGAN, Garudasatunews.id – Lembaga pendidikan berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Lamongan menembus 10 besar nasional dalam capaian Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. MA Matholi’ul Anwar, Kecamatan Karanggeneng, mencatatkan 54 siswa lolos seleksi, menempatkannya di posisi ke-7 dari daftar sekolah NU dengan capaian tertinggi.
Data tersebut merujuk pada rilis NU Creative Media yang menempatkan MA Matholi’ul Anwar sejajar dengan sejumlah lembaga unggulan lain, seperti SMA Darul Ulum Unggulan Jombang, MA Sunan Pandanaran Yogyakarta, hingga MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Namun, capaian ini juga memunculkan pertanyaan terkait konsistensi kualitas dan pemerataan akses pendidikan di lingkungan sekolah berbasis NU.
Ketua Yayasan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar, Saifullah Abid, mengklaim keberhasilan tersebut sebagai bukti daya saing lembaga pendidikan berbasis keagamaan di tingkat nasional.
“Dari data NU Creative Media, MA Matholi’ul Anwar Lamongan berhasil mengantarkan puluhan siswa lolos SNBP 2026,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan capaian ini mencerminkan bahwa sekolah berbasis agama tidak hanya unggul dalam pendidikan karakter, tetapi juga mampu bersaing secara akademik. Meski demikian, klaim tersebut belum diikuti dengan pemaparan indikator kualitas pembelajaran maupun distribusi keberhasilan di tingkat internal.
“Ini membuktikan bahwa sekolah berbasis agama mampu bersaing dengan sekolah umum. Bahkan, sekolah NU menunjukkan prestasi akademik yang kompetitif di tingkat nasional,” katanya.
Pihak yayasan juga menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif antara siswa, tenaga pendidik, dan sistem pembinaan akademik. Namun, belum ada rincian transparan terkait metode pembinaan maupun strategi peningkatan mutu yang diterapkan.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi,” tambahnya.
Berdasarkan data NU Creative Media, berikut 10 besar sekolah berbasis NU dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos SNBP 2026:
- MBI Amanatul Ummah Pacet: 109 siswa
- SMA Darul Ulum 1 Unggulan: 91 siswa
- SMA Progresif Bumi Sholawat: 75 siswa
- SMA Wachid Hasyim 2 Taman: 68 siswa
- SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT: 66 siswa
- MA Sunan Pandanaran Yogyakarta: 58 siswa
- MA Matholi’ul Anwar Lamongan: 54 siswa
- MA Raudlatul Ulum Guyangan Pati: 50 siswa
- SMA Khadijah Surabaya: 46 siswa
- SMA NU 1 Gresik: 41 siswa
Capaian ini memperlihatkan dominasi sejumlah lembaga pendidikan NU dalam jalur prestasi nasional. Namun, tanpa evaluasi terbuka dan transparansi sistem seleksi internal, keberhasilan tersebut berpotensi menyisakan pertanyaan terkait pemerataan kualitas pendidikan di lingkungan yang sama. (Red-Garudasatunews)














