50 Mahasiswa Terjun Dampingi Petani Enam Bulan

oleh -40 Dilihat
oleh
50 Mahasiswa Terjun Dampingi Petani Enam Bulan
Perahu nelayan berdasar dan gagal melaut akibat kelangkaan solar.
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi pertanian mengikuti Program Taruna Makmur Batch IX yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Para peserta akan menjalani pendampingan langsung kepada petani di sejumlah daerah selama enam bulan sebagai bagian dari upaya mendukung penguatan sektor pertanian nasional dan swasembada pangan.

Program tersebut menempatkan peserta di wilayah kerja Petrokimia Gresik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Bali. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, antara lain agribisnis, hortikultura, teknologi benih, penyuluhan pertanian berkelanjutan, dan pengelolaan perkebunan.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan pembangunan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu mendampingi petani dalam menghadapi tantangan di lapangan.

“Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian,” ujar Adityo dalam keterangannya, Selasa (1/7/2026).

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta mengikuti pembekalan yang mencakup budidaya pertanian berkelanjutan, penguatan kemampuan komunikasi, personal branding, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern. Bekal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mendampingi petani sekaligus menyampaikan inovasi pertanian secara efektif.

Data Petrokimia Gresik menunjukkan Program Taruna Makmur telah berjalan sejak 2022 dan menghasilkan 423 peserta yang dipersiapkan sebagai calon agronomis muda untuk mendukung pembangunan sektor pertanian nasional.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Melalui kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan petani, diharapkan tercipta ekosistem pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar kita mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Adityo.

Salah seorang peserta, Olivian Rizky asal Jawa Barat, mengaku program tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui pendampingan petani.

“Saya berharap pengalaman mendampingi petani secara langsung mampu memperkaya ilmu sekaligus menjadi langkah kecil untuk ikut meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia,” ujarnya.

Program Taruna Makmur merupakan salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten serta memperkuat transfer pengetahuan dan inovasi kepada petani di berbagai daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.