5 Calon Manajer KDMP Meninggal di Latsarmil SPPI, DPR Minta Kemhan Tak Sepelekan Nyawa Warga Sipil

oleh -32 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

JAKARTA, Garudasatunews.id – Komisi I DPR RI mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk segera menghentikan sementara pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah tegas ini diambil menyusul tragedi memilukan yang merenggut nyawa lima peserta dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 tersebut.

 

 

​Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan bahwa hilangnya nyawa para peserta bukan perkara sepele. Ia meminta Kemhan melakukan investigasi dan evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelatihan.

​”Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia. Saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Oleh Soleh, Minggu (28/6).

 

 

​Politisi dari Fraksi PKB ini mengingatkan bahwa para peserta merupakan warga sipil yang mendedikasikan diri untuk pembangunan ekonomi desa, bukan prajurit militer yang dipersiapkan untuk perang. Oleh karena itu, porsi latihan fisik yang diberikan seharusnya diukur berdasarkan kapasitas masyarakat awam.

​”Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang mendukung keberhasilan program koperasi. Pola pembinaan harus dievaluasi total. Kemampuan fisik warga sipil tentu berbeda dengan prajurit yang memang sejak awal dididik untuk kemiliteran,” jelasnya.

 

 

​Oleh Soleh menambahkan, tujuan utama program SPPI adalah mencetak SDM unggul yang melek manajemen ekonomi, bukan membentuk personil tempur. Maka dari itu, aspek keselamatan dan kesehatan wajib menjadi prioritas absolut di atas segalanya.

 

 

​Respons Kementerian Pertahanan :

​Menanggapi gelombang desakan tersebut, pihak Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa seluruh peserta sebenarnya telah melewati skrining kesehatan yang ketat sebelum diterjunkan ke lapangan.

​Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa prosedur rekrutmen sudah dijalankan sesuai regulasi.

 

 

​”Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan formal, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” ujar Rico dalam keterangan resminya.

 

 

​Daftar Korban Jiwa dalam Latsarmil SPPI 2026

​Hingga akhir Juni 2026, tercatat sudah ada lima peserta yang meninggal dunia dalam rangkaian pelatihan ini. Korban terakhir adalah Nola Dya Sari, yang mengembuskan napas terakhir saat mengikuti Latsarmil di Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan.

 

​Berikut adalah daftar lengkap para peserta yang gugur :

– ​Yonanda Muhammad Taufiq (Wafat pada 17 Juni 2026)

– ​Anisa Muyassaroh (Wafat pada 18 Juni 2026)

– ​Novia Rahmadhani Sihotang (Wafat pada 22 Juni 2026)

– ​Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (Wafat pada 25 Juni 2026)

– ​Nola Dya Sari (Wafat pada akhir Juni 2026)

 

​DPR berharap Kemhan dapat membuka hasil investigasi penyebab kematian para korban secara transparan kepada publik guna mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.(adc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.