37 Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG Kediri Disuspend

oleh -27 Dilihat
oleh
37 Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG Kediri Disuspend
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau SPPG Kaliombo setelah puluhan siswa diduga keracunan MBG
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Sebanyak 37 siswa sekolah dasar di Kota Kediri diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026). Pemerintah Kota Kediri kemudian menemukan sejumlah catatan terkait higienitas dan proses pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo.

Dari 37 siswa terdampak, sebanyak 10 anak menjalani perawatan di RSUD Gambiran, sedangkan 27 siswa lainnya mendapat penanganan medis dan menjalani rawat jalan setelah diperiksa di fasilitas kesehatan. Sejumlah siswa yang dirawat masih mengalami gejala seperti muntah dan berada dalam pemantauan tim medis.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung mengecek kondisi para siswa sekaligus meninjau SPPG Kaliombo. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan faktor yang berkaitan dengan munculnya gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan MBG.

Dalam peninjauan itu, Pemkot Kediri menemukan sejumlah persoalan yang menjadi catatan evaluasi. Salah satunya berkaitan dengan higienitas lingkungan pengolahan makanan. Tim menemukan kucing dapat masuk ke area pengolahan ketika ayam diletakkan di bagian bawah. Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan sanitasi yang perlu segera diperbaiki.

Catatan lain berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD). Dalam pemeriksaan, masih ditemukan petugas yang tidak menggunakan APD dalam proses tertentu, termasuk saat menangani peralatan makanan.

Pemkot juga menyoroti waktu proses memasak. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pemeriksaan dan rekaman CCTV, terdapat perbedaan antara waktu memasak yang dilaporkan dengan aktivitas yang terlihat dalam rekaman. Persoalan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap tata kelola pengolahan makanan di SPPG Kaliombo.

Meski ditemukan sejumlah catatan higienitas dan prosedur pengolahan, Pemkot Kediri belum menyatakan temuan tersebut sebagai penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa. Sampel makanan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi bakteri atau bahan makanan yang tidak aman dikonsumsi.

Sebagai langkah pencegahan, operasional SPPG Kaliombo disuspend mulai Jumat (18/9/2026). Pemkot Kediri selanjutnya berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), serta unsur TNI, Polri dan kejaksaan terkait proses investigasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan pangan dalam program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada kondisi makanan, tetapi juga mencakup sanitasi dapur, penyimpanan bahan baku, penggunaan APD, proses memasak, hingga pengawasan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan.

Pemerintah Kota Kediri menyatakan akan memperkuat pengawasan terhadap SPPG lainnya. Sementara itu, kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan 37 siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.