256 Siswa SMPN 1 Kabuh Alami Mual Muntah Usai MBG

oleh -59 Dilihat
oleh
256 Siswa SMPN 1 Kabuh Alami Mual Muntah Usai MBG
Murid SMP Negeri Kabuh yang masih menjalani perawatan di Puskemas, Kamis (3/9/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah, diare, dan pusing setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

Data tersebut merupakan hasil pendataan dan validasi sementara yang dilakukan Dinkes Jombang. Jumlah siswa yang mengalami keluhan masih berpotensi berubah seiring pemantauan serta kemungkinan adanya laporan tambahan dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan para siswa mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Sejumlah keluhan kemudian mulai dirasakan pada sore hingga malam hari.

Awalnya, keluhan tersebut disebut sempat dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa. Namun, setelah dilakukan pendataan, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa diketahui cukup besar.

“Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” ujar Hexawan.

Dari total 256 siswa yang tercatat mengalami keluhan, sebagian mendapatkan pengobatan secara mandiri maupun menjalani rawat jalan. Hingga pendataan terakhir yang dilaporkan, tujuh siswa masih menjalani perawatan karena mengalami kondisi lemas dan membutuhkan penanganan rehidrasi.

Selain itu, sekitar 74 siswa lainnya tercatat menjalani rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan klinik.

Menurut Hexawan, kondisi tujuh siswa yang menjalani perawatan terus dipantau. Penanganan medis terhadap seluruh siswa menjadi prioritas utama sebelum proses penelusuran lebih lanjut dilakukan terhadap kemungkinan penyebab munculnya keluhan secara bersamaan.

“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling dehidrasi saja,” katanya.

Dinkes Jombang menegaskan angka 256 siswa masih bersifat sementara. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan kesehatan yang diperlukan.

Di sisi lain, kasus ini mendorong perlunya penelusuran menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan dalam program MBG, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kecamatan Kabuh, juga telah melakukan penelusuran terkait kejadian tersebut. Kepala SPPG Mangunan, Cakra Rizki Fortuna, menyebut tidak seluruh penerima manfaat MBG mengalami keluhan kesehatan.

SMPN 1 Kabuh diketahui memiliki 689 siswa penerima manfaat program tersebut. Namun, hanya sebagian siswa yang kemudian dilaporkan mengalami keluhan.

Penelusuran terhadap kemungkinan faktor penyebab masih dilakukan. Pemeriksaan mencakup bahan baku makanan hingga proses pengolahan sebelum makanan didistribusikan.

Pihak terkait sebelumnya juga menyebut pemeriksaan awal atau uji organoleptik tidak menemukan keluhan. Meski demikian, sejumlah kemungkinan masih terus didalami, termasuk dugaan yang berkaitan dengan proses pengolahan salah satu bahan makanan.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa. Karena itu, setiap dugaan terkait sumber masalah masih menunggu hasil penelusuran dan pemeriksaan pihak berwenang.

Kasus tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan anak dan pelaksanaan program pemenuhan gizi di lingkungan pendidikan. Transparansi hasil pemeriksaan serta evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan dinilai penting untuk memastikan kejadian serupa dapat dicegah.

Sementara itu, identitas pribadi para siswa tidak dipublikasikan demi melindungi hak dan kepentingan terbaik anak sesuai prinsip pemberitaan ramah anak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.