MADIUN, Garudasatunews.id – Sebanyak 241 anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) di Kabupaten Madiun mengikuti edukasi keselamatan kebakaran untuk mengenal bahaya api, tugas pemadam kebakaran, serta langkah dasar menghadapi situasi darurat sejak usia dini.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kelas agar anak-anak memahami pentingnya keselamatan melalui pengenalan langsung terhadap profesi petugas pemadam kebakaran dan peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran.
Edukasi keselamatan kebakaran bagi anak usia dini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak awal. Melalui pendekatan yang sesuai dengan usia, anak-anak dapat diperkenalkan pada potensi bahaya di lingkungan sekitar tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan.
Pengenalan tersebut juga dapat membantu anak memahami bahwa api bukanlah sesuatu yang boleh dimainkan. Dalam situasi darurat, anak perlu mengetahui pentingnya menjauh dari sumber bahaya dan segera meminta bantuan guru, orang tua, atau orang dewasa yang bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan peran petugas pemadam kebakaran yang tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan edukasi dan pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran di tengah masyarakat.
Keberhasilan edukasi semacam ini tidak hanya bergantung pada pelaksanaan kegiatan sesaat. Penguatan materi keselamatan secara berkala di lingkungan sekolah dan keluarga tetap diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan aman, termasuk mengawasi penggunaan benda yang berpotensi memicu kebakaran serta memastikan anak tidak mencoba memadamkan api tanpa pendampingan orang dewasa.
Melalui edukasi tersebut, anak-anak diharapkan semakin mengenal bahaya kebakaran dan memahami langkah perlindungan diri yang sesuai dengan usia mereka. Pendidikan keselamatan sejak dini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran terhadap risiko kebakaran sekaligus membangun budaya tanggap darurat di lingkungan keluarga dan sekolah.
(Red-Garudasatunews)












