18 Siswa Belajar di Kelas Nyaris Roboh

oleh -49 Dilihat
oleh
18 Siswa Belajar di Kelas Nyaris Roboh
18 Siswa Belajar di Kelas Nyaris Roboh
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id — Sebanyak 18 siswa kelas IV SDN 2 Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, masih menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang mengalami kerusakan berat. Kondisi bangunan yang ditandai kayu penyangga plafon telah rapuh, atap disangga bambu, serta lembaran asbes yang mulai berjatuhan memunculkan kekhawatiran serius terhadap aspek keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena ruang kelas masih digunakan meski terdapat potensi risiko apabila terjadi kerusakan lanjutan. Hingga kini, proses pembelajaran tetap berlangsung lantaran sekolah belum memiliki ruang alternatif yang memadai untuk memindahkan aktivitas belajar.

Sejumlah siswa mengaku merasa waswas saat mengikuti pelajaran. Mereka khawatir bagian plafon maupun lembaran asbes dapat runtuh sewaktu-waktu ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Saya khawatir asbes ini jatuh pada saat jam belajar,” ujar salah seorang siswi kelas IV, Vera Dhanisa Anjellina, Jumat (17/7/2026).

Dalam kesempatan yang sama, para siswa juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Malang agar kondisi ruang kelas segera mendapat perhatian dan penanganan. Mereka meminta perbaikan dilakukan karena ruang belajar dinilai sudah tidak layak digunakan.

Wali Kelas IV SDN 2 Klepu, Holland Silaen, menjelaskan bahwa kondisi bangunan telah memasuki kategori darurat. Menurutnya, kerusakan yang terjadi berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun guru, terutama apabila intensitas hujan meningkat pada musim penghujan.

“Yang kami khawatirkan jika masuk musim penghujan nanti. Hal ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan, mental, pola pikir anak-anak serta tenaga pendidik yang sedang beraktivitas di dalam kelas,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan warga sekitar untuk menyiapkan lokasi belajar sementara apabila kondisi ruang kelas dinilai tidak lagi aman digunakan. Opsi peminjaman rumah warga disiapkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan peserta didik.

Pihak sekolah berharap instansi terkait segera melakukan asesmen teknis terhadap kondisi bangunan sekaligus menentukan langkah penanganan, baik berupa rehabilitasi maupun penyediaan ruang belajar sementara. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjamin hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan sesuai standar keselamatan.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Malang maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengenai jadwal perbaikan ruang kelas tersebut. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.