140 Bus Shalawat Disorot, Waktu Tunggu Dipertanyakan

oleh -56 Dilihat
oleh
140 Bus Shalawat Disorot, Waktu Tunggu Dipertanyakan
Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, Kapten M Rif'at Sitorus.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Sebanyak 140 unit bus shalawat disiagakan di Terminal Ajyad, Makkah, untuk melayani mobilisasi jemaah haji Indonesia pada rute Misfalah. Klaim waktu tunggu hanya 5 hingga 10 menit menjadi sorotan, mengingat tingginya intensitas pergerakan jemaah di tengah suhu ekstrem yang mencapai 43 derajat Celsius.

Terminal Ajyad yang berjarak sekitar 150 meter dari pelataran Masjidil Haram memegang peran vital dalam arus transportasi jemaah. Dalam kondisi cuaca panas ekstrem, kecepatan dan ketepatan layanan menjadi faktor krusial untuk mencegah risiko kelelahan hingga gangguan kesehatan.

Laporan dari lapangan menyebutkan operasional bus mulai berjalan sejak Kamis (30/4/2026). Namun, efektivitas sistem ini masih menjadi perhatian, terutama terkait konsistensi waktu tunggu di tengah lonjakan jemaah pada waktu-waktu tertentu.

Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, Kapten M Rif’at Sitorus, menyatakan armada difokuskan melayani jemaah di sektor Misfalah, meliputi sektor 7, 8, dan 9. Ia mengungkapkan sistem shuttle diterapkan dengan operasional 24 jam penuh untuk menjaga ritme pergerakan.

“Rute yang aktif saat ini adalah 16, 17, dan 18, dan akan bertambah hingga rute 21 seiring kedatangan seluruh jemaah,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Meski demikian, klaim waktu tunggu 5–10 menit dinilai perlu diuji secara faktual di lapangan. Dengan sistem bus yang terus berputar, potensi keterlambatan tetap terbuka, terutama saat terjadi kepadatan usai waktu shalat fardu.

Petugas juga menyiapkan skema pengalihan rute untuk mengurai penumpukan. Jemaah diarahkan ke rute alternatif terdekat jika terjadi lonjakan penumpang pada jalur tertentu. Namun, efektivitas mekanisme ini bergantung pada koordinasi lapangan dan kedisiplinan jemaah.

Selain aspek kecepatan, pengawalan jemaah menjadi bagian dari prosedur operasional. Petugas disebut memastikan jemaah tiba dengan aman hingga ke hotel. Meski demikian, pengawasan berlapis tetap diperlukan untuk memastikan standar pelayanan benar-benar dijalankan, bukan sekadar klaim administratif.

Hingga hari keempat operasional, belum dilaporkan kendala signifikan. Namun, fase puncak kedatangan jemaah diperkirakan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kesiapan armada dan manajemen transportasi. Dengan skala layanan besar dan tekanan cuaca ekstrem, konsistensi pelayanan menjadi kunci yang terus diawasi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.