GRESIK, Garudasatunews.id – Sebanyak 1.095 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai diterjunkan untuk melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Gresik sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan dilakukan secara langsung dari pintu ke pintu dengan menyasar kawasan industri, pusat perdagangan, pelaku UMKM, hingga usaha skala rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Gresik menilai pelaksanaan sensus tersebut menjadi instrumen penting dalam menghimpun data ekonomi yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah dalam beberapa tahun mendatang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Washil Miftahul Rahman, mengatakan seluruh petugas akan melakukan pendataan lapangan terhadap berbagai sektor usaha yang beroperasi di wilayah Gresik. Menurutnya, kualitas data yang diperoleh akan berpengaruh terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah pada masa mendatang.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan pembangunan ekonomi di masa mendatang,” kata Washil, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, data yang terkumpul melalui sensus tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan terkait investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan sensus di Kabupaten Gresik mendapat perhatian karena daerah ini merupakan salah satu pusat industri utama di Jawa Timur. Sejumlah kawasan industri strategis seperti KEK Gresik, Kawasan Industri Maspion, dan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang akan dipetakan dalam pendataan tersebut.
Washil menegaskan bahwa karakteristik Gresik sebagai pusat industri, perdagangan, jasa, dan logistik menjadikan kebutuhan akan data ekonomi yang akurat semakin penting guna mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Kabupaten Gresik merupakan pusat industri, jasa, perdagangan, dan logistik di Jawa Timur. Karena itu, sensus ini penting untuk memetakan karakteristik ekonomi daerah secara lebih tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menyebut Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu kegiatan pendataan ekonomi paling komprehensif yang dilaksanakan pemerintah. Menurutnya, petugas akan mendatangi pelaku usaha secara langsung guna memastikan data yang dihimpun memenuhi prinsip akurasi dan validitas.
Indriya menegaskan keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada metode maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kualitas pelaksanaan pendataan di lapangan.
“Keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh desain metodologi maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan,” pungkasnya.
(Red-Garudasatunews)














