MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Nilai zakat fitrah yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan signifikan pada 2026, dengan total mencapai Rp186.025.000 dan melibatkan ribuan muzakki.
Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya partisipasi ASN dalam kewajiban zakat, namun juga menjadi sorotan terkait efektivitas distribusi dan pemerataan bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyebut jumlah ASN yang menunaikan zakat tahun ini mencapai sekitar 3.700 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pendistribusian zakat dilakukan di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) oleh jajaran Pemkab Mojokerto bersama Baznas.
“Kami berharap zakat ini dapat mensucikan harta dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, merinci bahwa total muzakki ASN mencapai 3.720 orang, terdiri dari 2.829 ASN Pemkab Mojokerto dan 891 ASN di lingkungan Kementerian Agama setempat.
Selain zakat fitrah, penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara keseluruhan mencapai Rp574.633.000, yang bersumber dari ASN maupun masyarakat umum di berbagai wilayah.
Zakat fitrah yang terkumpul kemudian dikonversikan dalam bentuk beras dengan total volume mencapai 10.380 kilogram atau lebih dari 10 ton, untuk didistribusikan kepada mustahik di 304 desa di Kabupaten Mojokerto.
Distribusi ini diharapkan mampu membantu kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri, meski efektivitas penyaluran dan ketepatan sasaran tetap menjadi tantangan yang harus diawasi secara ketat.
(Red-Garudasatunews)














