BLITAR, Garudasatunews.id – PT Moderna Teknik Perkasa memaparkan langkah perbaikan operasional untuk merespons keluhan polusi udara dan kebisingan yang disampaikan warga Dusun Darungan, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, dalam hearing bersama DPRD Kabupaten Blitar, Senin (2/2/2026).
Perusahaan mengakui adanya keluhan warga dan menyatakan telah menyiapkan mekanisme pengaduan langsung guna mempercepat penanganan masalah lingkungan. Perwakilan PT Moderna Teknik Perkasa, Suryanto, mengatakan perusahaan membuka nomor aduan khusus dengan sistem respons cepat.
“Kami menyediakan jalur aduan fast respons agar keluhan warga bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi polemik,” kata Suryanto.
Selain penguatan komunikasi, PT Moderna juga menyiapkan langkah teknis untuk menekan dampak polusi asap. Perusahaan berencana memodifikasi cerobong pabrik dengan meninggikan konstruksi serta memperkecil diameter cerobong.
“Cerobong akan kami tinggikan dan diperkecil diameternya agar asap terdorong ke atas dan tidak mengarah ke permukiman warga,” ujarnya.
Keluhan warga sebelumnya disampaikan ke DPRD Blitar terkait asap, debu, dan kebisingan pabrik material konstruksi tersebut. Sejumlah warga mengaku dampak polusi memengaruhi kesehatan, terutama anak-anak.
Lola, warga Dusun Darungan, menyebut anaknya kerap mengalami batuk dan didiagnosis gangguan paru-paru. Rumahnya berjarak sekitar empat rumah dari lokasi pabrik. “Asapnya sangat mengganggu. Anak saya sering batuk dan dinyatakan kena paru-parunya,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Jafar Sodiq yang menyebut aktivitas truk dan operasional pabrik berlangsung hingga larut malam, melampaui kesepakatan penutupan pukul 16.00 WIB. “Masih beroperasi sampai tengah malam,” ujarnya.
Warga berharap ada solusi konkret dan pengawasan ketat agar aktivitas pabrik tidak terus berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.(Red-Garudasatunews)














