Tradisi Lebaran Banyuwangi Disorot, Budaya Jadi Magnet Ekonomi

oleh -21 Dilihat
oleh
Tradisi Lebaran Banyuwangi Disorot, Budaya Jadi Magnet Ekonomi
Event budaya di Banyuwangi yang digelar selama libur Lebaran.
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Libur Lebaran 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menggenjot pergerakan ekonomi melalui rangkaian tradisi budaya yang dikemas sebagai daya tarik wisata. Sejumlah ritual adat yang sarat nilai spiritual dan historis kembali digelar, namun juga diarahkan sebagai magnet kunjungan wisatawan.

Sejumlah tradisi yang ditampilkan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memiliki fungsi sosial dan kultural yang kuat di tengah masyarakat adat Osing. Di antaranya Ritual Barong Ider Bumi yang digelar setiap 2 Syawal di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Ritual ini menjadi simbol bersih desa dan tolak bala, dengan arak-arakan barong keliling kampung yang diakhiri selamatan massal.

Selain itu, ritual Seblang Olehsari yang berlangsung pada 4 hingga 10 Syawal di Desa Olehsari kembali digelar dengan nuansa mistis yang kental. Tradisi ini melibatkan penari perempuan terpilih yang menari dalam kondisi trance selama tujuh hari berturut-turut, menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menyita perhatian publik.

Tak hanya itu, tradisi Puter Kayun di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, juga digelar pada 10 Syawal sebagai bentuk napak tilas leluhur. Prosesi ini diikuti arak-arakan warga menuju Pantai Watu Dodol sebagai simbol rasa syukur atas sejarah pembukaan akses wilayah tersebut.

Di balik pelestarian budaya tersebut, pemerintah daerah secara terbuka menjadikan momentum Lebaran sebagai strategi peningkatan kunjungan wisata. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut rangkaian tradisi ini disiapkan untuk menarik pemudik sekaligus wisatawan agar berbelanja dan berwisata di daerah.

Selain ritual adat, agenda Diaspora Banyuwangi juga digelar untuk menghimpun warga perantauan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diarahkan sebagai ruang bertukar gagasan dalam pembangunan daerah.

Langkah ini menunjukkan bahwa tradisi lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah di tengah momentum Lebaran.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.