Tiga Desa Rawan, Program Pangan Jember Diuji

oleh -18 Dilihat
oleh
Tiga Desa Rawan, Program Pangan Jember Diuji
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (KPPP) Jember, Sugiyarto
banner 468x60

Jember, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Jember mengklaim kondisi ketahanan pangan relatif aman, namun fakta adanya tiga desa rawan pangan menunjukkan masih adanya celah serius dalam pemerataan akses pangan di wilayah tersebut.

Tiga desa yang masuk kategori Prioritas 3 atau rawan pangan adalah Sanenrejo, Curah Takir, dan Tutul. Data ini diungkap Kepala Dinas KPPP Jember, Sugiyarto, dalam rapat di DPRD Jember, menandakan masih adanya titik lemah di tengah klaim stabilitas pangan daerah.

Dari total 245 desa dan kelurahan, tidak ada wilayah yang masuk kategori Prioritas 1 dan 2. Namun distribusi pada Prioritas 4 hingga 6 yang cukup besar mengindikasikan ketahanan pangan belum sepenuhnya merata dan masih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi maupun pasokan.

Sejumlah program digulirkan, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di 28 lokasi yang ditujukan untuk menekan harga dan menjaga daya beli. Meski demikian, efektivitas program ini dalam menjangkau desa prioritas masih menjadi pertanyaan, terutama terkait kontinuitas dan distribusi manfaat.

Bantuan ternak dari pemerintah pusat serta program peternakan dan perikanan berbasis keluarga juga diluncurkan sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat. Namun skala bantuan yang terbatas berpotensi belum mampu menjawab kebutuhan secara luas.

Program OK Mase atau satu keluarga satu kolam ikan serta bantuan ayam petelur bagi keluarga miskin menjadi langkah intervensi langsung. Meski inovatif, keberlanjutan program dan pendampingan teknis menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan di lapangan.

Di sektor perikanan, tingginya biaya pakan yang mencapai sekitar 70 persen dari total produksi menjadi tantangan utama. Pemerintah mencoba mengatasinya melalui bantuan pakan dan pelatihan alternatif, namun dampak jangka panjangnya masih perlu diuji.

Sosialisasi konsumsi ikan kepada masyarakat juga digencarkan sebagai bagian dari strategi peningkatan gizi. Namun perubahan pola konsumsi membutuhkan waktu dan pendekatan yang konsisten agar berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan.

Dengan berbagai program yang berjalan, keberhasilan Pemkab Jember dalam mengatasi kerawanan pangan akan sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, skala intervensi, serta pengawasan berkelanjutan, khususnya di tiga desa yang masih masuk kategori rawan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.