Talud Longsor Timpa Kandang Sapi di Plaosan

oleh -176 Dilihat
oleh
Talud Longsor Timpa Kandang Sapi di Plaosan
Talud penahan tanah setinggi empat meter di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan longsor dan menimpa kandang ternak warga pada Jumat (20/2/2026) malam.
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Talud penahan tanah setinggi empat meter di RT 29 RW 05 Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, longsor dan menimpa kandang ternak warga, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Peristiwa dipicu cuaca ekstrem di kawasan lereng Gunung Lawu.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan talud yang longsor merupakan bagian dapur rumah milik Sudarto (40). Laporan awal diterima dari warga yang menyaksikan langsung robohnya struktur beton tersebut.

“Informasi awal kami terima dari masyarakat terkait talud rumah bagian dapur milik Bapak Sudarto yang longsor,” ujar Eka.

Talud dengan tinggi sekitar empat meter, panjang 20 meter, dan ketebalan dua meter itu ambrol dan materialnya menghantam kandang sapi milik Tukiran (60) yang berada tepat di bawahnya. Akibatnya, talud dapur mengalami kerusakan total, sementara kandang berukuran 4 x 15 meter rusak sebagian.

Satu ekor sapi sempat terjebak dalam kandang saat longsor terjadi. Berkat respons cepat pemilik dan warga, hewan ternak tersebut berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari longsor susulan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Tim gabungan BPBD, TNI/Polri, relawan, dan warga melakukan pembersihan material longsor pada Sabtu pagi. Petugas juga memasang terpal di area retakan tanah untuk mencegah rembesan air hujan yang berpotensi memicu longsor lanjutan, mengingat curah hujan di Plaosan masih tinggi.

BPBD Magetan turut menyalurkan bantuan logistik dan peralatan dasar kepada warga terdampak. Kerugian material masih dalam pendataan.

Eka Radityo mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras berdurasi lama. Warga diminta segera melapor jika menemukan retakan tanah atau tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.