Rusa Kurus Disorot, Anggaran Pakan Dipertanyakan

oleh -16 Dilihat
oleh
Rusa Kurus Disorot, Anggaran Pakan Dipertanyakan
Kondisi rusa kurus di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung langsung direspons cepat oleh Disnakeswan setelah disinggung Bupati Tulungagung, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan hewan dalam kondisi sehat namun mengalami penurunan berat badan.
banner 468x60

TULUNGAGUNG, Garudasatunews.id – Sorotan terhadap kondisi rusa kurus di area Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso memicu respons cepat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung, sekaligus membuka pertanyaan soal efektivitas anggaran perawatan yang disebut mencapai Rp600 ribu per hari.

Perhatian publik mencuat setelah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, meninjau langsung kondisi fisik rusa yang tampak mengalami penurunan berat badan. Temuan tersebut dinilai janggal mengingat alokasi biaya pemeliharaan yang tidak kecil.

Menindaklanjuti hal itu, Disnakeswan segera melakukan pemeriksaan dan pemantauan di lokasi penangkaran. Hasil awal menunjukkan seluruh satwa, termasuk rusa, dalam kondisi sehat secara medis, namun mengalami penurunan performa fisik.

Kabid Kesehatan Disnakeswan Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani, menyebut faktor utama penyebab kondisi tersebut adalah stres akibat keterbatasan ruang gerak. Rusa sebagai satwa liar dinilai tidak sepenuhnya beradaptasi dengan lingkungan kandang, sehingga memengaruhi nafsu makan dan berat badan.

Selain itu, indikasi kompetisi pakan antar satwa juga ditemukan. Rusa yang lebih dominan cenderung menguasai pakan, sementara yang lain berpotensi kekurangan asupan, meski distribusi pakan disebut rutin dilakukan.

Data menunjukkan terdapat 15 ekor rusa di kawasan tersebut, dengan luasan kandang yang oleh Disnakeswan masih dianggap mencukupi. Namun, kondisi fisik yang menurun memunculkan dugaan perlunya evaluasi lebih mendalam terkait manajemen pakan dan pola pemeliharaan.

Disnakeswan menargetkan perbaikan kondisi dalam tiga bulan ke depan melalui perubahan pola pemberian pakan. Selain rumput sebagai pakan utama, akan ditambahkan variasi berupa buah, sayur, serta pakan konsentrat secara bertahap guna menyesuaikan sistem pencernaan rusa.

Pengawasan juga akan diperketat melalui pemeriksaan rutin mingguan, termasuk pemberian vitamin, obat cacing, dan disinfeksi kandang untuk menjaga kesehatan satwa.

Meski langkah cepat telah dilakukan, kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan evaluasi penggunaan anggaran perawatan satwa, agar kesejahteraan hewan benar-benar sejalan dengan besarnya dana yang dialokasikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.