MAGETAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Desa Rejomulyo, Kecamatan Barat, menargetkan wilayahnya menjadi sentra pisang Cavendish di Kabupaten Magetan dengan memanfaatkan alokasi dana desa untuk program ketahanan pangan. Langkah ini difokuskan pada optimalisasi lahan pekarangan warga yang selama ini dinilai belum produktif.
Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, menyatakan anggaran ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa akan digunakan untuk pengadaan bibit pisang Cavendish. Komoditas ini dipilih karena dinilai memiliki prospek pasar stabil dan permintaan yang terus meningkat.
Pada tahap awal, program menyasar 50 kepala keluarga yang memiliki lahan pekarangan. Masing-masing penerima akan memperoleh dua bibit untuk ditanam. Skema ini diharapkan menjadi pemicu pengembangan lebih luas, termasuk partisipasi swadaya warga yang memiliki kemampuan budidaya lebih besar.
Aris menyebut peluang pasar terbuka, termasuk untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis. Namun efektivitas program tetap bergantung pada keberlanjutan pendampingan teknis, kualitas bibit, hingga akses distribusi hasil panen.
Penggunaan dana desa untuk sektor produktif ini menjadi sorotan karena harus tepat sasaran dan berkelanjutan. Dengan keterbatasan anggaran, pemerintah desa dituntut memastikan bahwa bantuan bibit benar-benar ditanam dan dirawat, bukan sekadar program seremonial.
Target satu tahun ke depan, Rejomulyo diharapkan mulai dikenal sebagai penghasil pisang Cavendish di tingkat kabupaten. Pemerintah desa mengklaim program ini sejalan dengan arahan Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro yang mendorong gerakan penanaman Cavendish sebagai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengawasan, kesiapan pasar, serta kemampuan petani menjaga kualitas produksi agar mampu bersaing dan memberi dampak ekonomi nyata bagi warga desa. (Red-Garudasatunews)














