Puluhan Warga Lemas, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan

oleh -27 Dilihat
oleh
Puluhan Warga Lemas, Polisi Selidiki Dugaan Keracunan
Fenomena puluhan warga lemas massal yang diduga keracunan setelah mengkonsumsi berkat selamatan kenduri di kawasan Sidodadi, Simokerto, Surabaya. Polisi tengah mencari tahu penyebab janggal tersebut, Sabtu (4/4/2026).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Puluhan warga di kawasan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya, dilaporkan mengalami kondisi lemas secara massal usai mengonsumsi makanan berkat dari acara selamatan kenduri. Aparat kepolisian kini bergerak cepat menyelidiki penyebab pasti insiden yang diduga keracunan tersebut.

Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik, menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga yang terdampak. Penelusuran juga dilakukan dengan melibatkan fasilitas kesehatan dan koordinasi dengan Polrestabes Surabaya.

“Masih kita lidik dari apa makannya. Nanti kerja sama dengan RS Soewandhie dan Polrestabes,” ujar Rofik, Sabtu (4/4/2026).

Berdasarkan data sementara, sekitar 70 warga menghadiri acara selamatan tujuh hari wafatnya salah satu warga setempat. Namun, sebanyak 26 orang dilaporkan mengalami gejala lemas yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam kegiatan tersebut.

Fenomena ini menjadi perhatian serius setelah jumlah korban terus bertambah dalam beberapa hari. Keluhan mulai dirasakan warga sejak sehari setelah acara berlangsung, namun eskalasi kasus baru terlihat signifikan pada Sabtu siang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengonfirmasi bahwa empat warga harus dirujuk ke rumah sakit, sementara 18 lainnya menjalani rawat jalan.

“Empat warga dirujuk ke rumah sakit, sementara 18 lainnya cukup rawat jalan,” ungkap Linda.

Adapun korban yang dirujuk mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit, yakni dua orang di RS Soewandhie, satu di RS PHC, dan satu lainnya di RS Al Irsyad.

Ketua RT setempat, Arif, mengungkapkan bahwa mayoritas korban mengalami gejala lemas tanpa disertai muntah, yang menimbulkan tanda tanya terkait jenis paparan yang dialami warga.

“Muntah tidak, hanya lemas,” ujarnya.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran adanya kelalaian dalam pengolahan atau distribusi makanan pada acara komunal tersebut. Polisi kini fokus menelusuri sumber makanan yang dikonsumsi warga, termasuk kemungkinan kontaminasi bahan pangan.

Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab utama kejadian sekaligus menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau pelanggaran yang berpotensi menimbulkan korban massal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.