Proyek Jetty Rp1,4 Triliun Tuban Bidik Pasar Ekspor

oleh -73 Dilihat
oleh
Proyek Jetty Rp1,4 Triliun Tuban Bidik Pasar Ekspor
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat meninjau proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi Talavera Project Jetty milik PT SIG.
banner 468x60

TUBAN Garudasatunews.id – Proyek pengembangan dermaga industri Talavera Project Jetty milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di kawasan Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, digarap dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang ekspor semen nasional di tengah ketatnya persaingan pasar domestik.

Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi korporasi PT Semen Indonesia (SIG) untuk memperluas kapasitas distribusi dan membuka jalur ekspor baru. Pengembangan fasilitas logistik ini juga dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheyo Cement Corporation.

Perkembangan proyek ini sempat ditinjau langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Socorejo, Kecamatan Jenu, pada Jumat (6/3/2026).

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra, menyebut pembangunan Talavera Project Jetty menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat jaringan distribusi perusahaan, terutama untuk pasar ekspor.

“Proyek ini akan berkontribusi di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Secara struktur investasi, proyek bernilai Rp1,4 triliun tersebut merupakan kolaborasi antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheyo Cement Corporation. Kerja sama kedua perusahaan telah terjalin sejak 2021 ketika Taiheyo Cement Corporation mengakuisisi 15,04 persen saham PT Solusi Bangun Indonesia.

Dalam pengembangannya, fasilitas Terminal Khusus di kawasan tersebut ditingkatkan kapasitasnya dari sebelumnya 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT. Peningkatan ini dilakukan melalui pembangunan Jetty Trestle dan Jetty Platform baru yang terhubung dengan fasilitas jetty lama.

Selain penguatan infrastruktur dermaga, proyek juga mencakup pembangunan fasilitas produksi dan penyimpanan. Di antaranya blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system 15.000 ton, serta dua cement silo system yang masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

Rangkaian fasilitas tersebut dirancang untuk mempercepat proses bongkar muat sekaligus memperkuat rantai pasok distribusi semen ke pasar domestik maupun internasional.

PT Semen Indonesia memproyeksikan fasilitas Talavera Project Jetty mampu mendistribusikan sekitar 450 ribu ton semen pada 2026. Dalam jangka panjang, kapasitas pengiriman melalui dermaga ini ditargetkan meningkat hingga mencapai 1 juta ton per tahun.

“Semoga kerja sama dengan Taiheiyo ini membawa hasil optimal dan berkontribusi pada pertumbuhan kinerja kedua grup,” kata Indrieffouny.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai kawasan industri Socorejo memiliki posisi strategis untuk memperkuat ekosistem industri semen nasional sekaligus mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui hilirisasi industri.

Ia menyebut peninjauan proyek dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur industri berjalan efektif dan selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.