PMK Hantam Jember, Populasi Sapi Turun Drastis

oleh -15 Dilihat
oleh
PMK Hantam Jember, Populasi Sapi Turun Drastis
Sugiyarto (kanan) dan anggota DPRD Jember Suharyatik
banner 468x60

Jember, Garudasatunews.id – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memicu penurunan drastis populasi sapi di Jember hingga hampir 30 persen, dengan faktor utama bukan hanya penyakit, tetapi kepanikan massal peternak yang menjual ternak di bawah harga pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Jember, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa gelombang panic selling saat awal wabah menjadi penyebab utama merosotnya populasi. Peternak memilih menjual ternak secara cepat untuk menghindari risiko kerugian lebih besar, meski harus melepas dengan harga rendah.

Data menunjukkan penurunan signifikan dari sekitar 270 ribu ekor menjadi hanya 190 ribu ekor pada 2025. Angka ini mengindikasikan dampak sistemik terhadap sektor peternakan, bukan sekadar akibat langsung dari penyebaran penyakit.

Fenomena ini juga menyoroti lemahnya sistem mitigasi dan komunikasi risiko kepada peternak di fase awal wabah. Absennya kepastian informasi dan perlindungan ekonomi membuat peternak mengambil langkah defensif yang justru memperparah kerugian jangka panjang.

Upaya pemulihan dilakukan melalui berbagai program, termasuk kontes ternak yang menghadirkan Amran Sulaiman sebagai bentuk dorongan pemulihan sektor peternakan. Namun, efektivitas langkah ini dalam mengembalikan populasi masih menjadi pertanyaan.

Di sisi lain, vaksinasi dan monitoring kesehatan ternak terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha. Pemerintah juga mengandalkan layanan Pusat Kesehatan Hewan untuk menjaga kualitas ternak, terutama yang akan digunakan sebagai hewan kurban.

Meski langkah pengendalian mulai berjalan, penurunan populasi dalam skala besar menunjukkan bahwa dampak wabah tidak hanya bersifat biologis, tetapi juga ekonomi dan psikologis. Tanpa sistem perlindungan yang kuat, kejadian serupa berpotensi terulang saat krisis berikutnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.