Pemprov Jatim Gelontorkan Rp69,7 Miliar Revitalisasi Sekolah

oleh -76 Dilihat
oleh
Pemprov Jatim Gelontorkan Rp69,7 Miliar Revitalisasi Sekolah
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menandatangani piagam atas program revitalisasi sekolah tanhun anggaran 2025, dan diserahkan kepada lembaga sekolah di SMA Nege 2 Lamongan, Rabu (4/3/2026).
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan program revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana pendidikan di 51 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Program dengan total anggaran mencapai Rp69,7 miliar itu dipusatkan peresmiannya di SMA Negeri 2 Lamongan, Rabu (4/3/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerataan infrastruktur pendidikan yang digencarkan Pemprov Jatim di sejumlah daerah. Pemerintah daerah menilai kondisi fasilitas belajar di banyak sekolah masih membutuhkan pembenahan agar memenuhi standar kelayakan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan revitalisasi fasilitas sekolah dilakukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan belajar serta mendukung pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah yang belum terjangkau fasilitas memadai.

“Revitalisasi ini bertujuan mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk daerah terpencil. Dengan fasilitas yang sesuai standar mutu, kita harapkan siswa dan guru semakin nyaman dalam proses belajar mengajar,” kata Aries.

Dari total 51 sekolah yang menerima bantuan pembangunan, Kabupaten Lamongan menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. Sebanyak 32 satuan pendidikan mendapat anggaran Rp42,29 miliar yang terdiri dari 19 SMA senilai Rp19,36 miliar, 13 SMK sebesar Rp22,13 miliar, serta satu SLB dengan anggaran sekitar Rp796 juta.

Sementara di Kabupaten Gresik, revitalisasi menyasar 19 sekolah dengan total anggaran Rp27,4 miliar. Rinciannya meliputi 10 SMA dengan alokasi Rp8,6 miliar dan sembilan SMK dengan anggaran mencapai Rp19,33 miliar.

Pekerjaan pembangunan meliputi rehabilitasi ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang administrasi, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi. Selain perbaikan bangunan lama, proyek ini juga mencakup pembangunan ruang kelas baru serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan siswa.

Untuk sekolah kejuruan, pembangunan juga diarahkan pada penguatan fasilitas praktik siswa, termasuk ruang praktik untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Agribisnis, hingga Desain Komunikasi Visual dan Bisnis Digital.

Selain pembangunan fisik, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyoroti pengembangan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang saat ini telah berjalan di sejumlah sekolah. Program tersebut tercatat telah diterapkan di 60 sekolah di Gresik dan 15 sekolah di Lamongan.

Melalui program tersebut, sekolah didorong mengembangkan berbagai komoditas pangan seperti sayuran, buah-buahan, hingga kegiatan peternakan dan perikanan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

“Program ini adalah langkah kontekstual yang menyambung dengan mata pelajaran di masing-masing sekolah. Kami berharap ini bisa menjadi objek pembelajaran luas melalui konsep outing class,” ujar Aries.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan revitalisasi sekolah tidak hanya dilakukan di Lamongan dan Gresik. Program serupa disebut juga dijalankan di berbagai daerah lain di Jawa Timur dengan total sekitar 400 sekolah yang menjadi sasaran perbaikan infrastruktur pendidikan.

“Kita berharap ini akan menguatkan daya dukung lingkungan sekolah yang lebih kondusif bagi proses belajar mengajar,” kata Khofifah.

Program pembangunan ini menjadi salah satu proyek pendidikan terbesar yang dijalankan Pemprov Jatim pada tahun 2026 untuk memperbaiki kualitas fasilitas belajar sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata di berbagai wilayah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.