Pemkot Surabaya Siapkan UKT Gratis Mahasiswa Miskin PTS

oleh -212 Dilihat
Pemkot Surabaya Siapkan UKT Gratis Mahasiswa Miskin PTS
Rapat audiensi Pemkot Surabaya dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur,
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Pemerintah Kota Surabaya mulai mematangkan rencana pemberian UKT gratis bagi mahasiswa dari keluarga miskin yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Program ini dibahas bersama Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Jawa Timur di rumah dinas wali kota.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pemkot akan berkolaborasi dengan PTS untuk mensinkronkan data mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Mahasiswa yang masuk kategori desil 1 hingga 5 dipastikan mendapat pembebasan UKT secara penuh.

“Bukan hanya mahasiswa baru. Yang sudah kuliah, tidak mampu membayar, dan masuk Desil 1–5, UKT-nya akan kami tanggung penuh. Ini bagian dari komitmen Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana di Surabaya,” ujar Eri, Senin (26/1/2026).

Ia meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) segera menyelaraskan data pemkot dengan PTS. Pasalnya, ratusan mahasiswa miskin dilaporkan saat ini sedang menempuh pendidikan di PTS.

“Data dari PTS akan kami cocokkan. Setelah sinkron, bantuan langsung diberikan,” tegasnya.

Program UKT gratis ini berlaku bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif dan tidak dibatasi kuota. Menurut Eri, pemerintah hadir memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi keluarga miskin, tanpa diskriminasi kampus negeri atau swasta.

“UKT adalah urusan pemerintah dengan perguruan tinggi. Yang penting anak-anak ini jujur, ikut seleksi yang sah, dan punya peluang yang sama. Negara harus hadir untuk yang tidak mampu,” katanya.

Selain bantuan UKT, kerja sama Pemkot Surabaya dan PTS juga mencakup program KKN hingga pendampingan pascakampus. Eri menilai peran PTS sangat strategis dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesejahteraan warga.

“Kalau semua kampus bersinergi sampai tingkat RW, banyak persoalan Surabaya bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, menyambut positif rencana tersebut. Ia menyebut banyak mahasiswa dari keluarga miskin desil 1–5 justru menempuh pendidikan di PTS.

“Ini bisa menjadi gerakan revolusioner. Bantuan yang selama ini kurang tepat sasaran, kini benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” kata Budi.

Ia berharap program UKT gratis ini mampu mewujudkan target Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana, sekaligus menegaskan kontribusi nyata PTS dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.